• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 25 September 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Alokasi Pupuk Bersubsidi untuk NTT Bertambah
    ALBERTO | Kamis, 07 Agustus 2014 | 13:40 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Alokasi
    Kepala Dinas Pertanian dan Prkebunan NTT, Anis Tay Ruba

     

    Kupang,Flobamora.net – Alokasi pupuk bersubsidi untuk Provinsi NTT pada tahun ini mengalami penambahan dari alokasi sebelumnya dalam tahun ini. Penambahan alokasi ini ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 103 Tahun 2014.

    Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTT Anis Tay Ruba yang ditemui, Kamis (7/8) menjelaskan, Peraturan Menteri Pertanian tentang alokasi pupuk bersubsidi itu baru dikeluarkan pada 4 Agustus lalu.

    “Peraturan Menteri ini juga kita baru down load, sehingga kita sudah tahu tambahan alokasi pupuk bersubsidi untuk NTT,” katanya.

    Dia menjelaskan, alokasi tambahan tersebut yakni Pupuk Urea dari 18.800 ton menjadi 24.000 ton, SP-36 dari 4.200 ton menjadi 6.500 ton, ZA dari 900 ton menjadi 5.000 ton, NPK dari 8.700 ton menjadi 20.000, dan Pupuk Petroganik dari 2.600 ton menjadi 5.000 ton.

    Setelah mengetahui adanya penambahan alokasi pupuk bersubsidi
    tersebut, Anis mengatakan, pihaknya akan melaporkan kepada gubernur untuk dialokasikan per kabupaten. Namun alokasi per kabupaten tetap melalui usulan dari masing-masing kabupaten sesuai rencana definitif kelompok.

    Dia merincikan, saat ini harga pupuk bersubsidi untuk Urea Rp 1.800/kg, SP-36 Rp 2.000/kg, ZA Rp1.400/kg, NPK 2.300/kg, dan Petroganik Rp 5.00/kg. Harga ini sudah disosialisasikan kepada masyarakat sehingga tidak ada pihak yang akan bermain soal harga.

    Menurutnya, untuk penyaluran pupuk ini, ada dua perusahaan pupuk yang akan bekerja sama dengan para distributor yakni PT Pupuk Kaltim dan PT Petrokima Gresik. Di bawah distributor, ada kios-kios yang sudah disiapkan untuk menyalurkan pupuk-pupuk ini kepada kelompok masyarakat yang akan membelinya.



    “Pembelian pupuk ini hanya bisa melalui kelompok. Kelompok yang akan mengusulkan pembelian sesuai kebutuhan,” ujarnya.

    Tentang penyerapan pupuk bersubsidi, dia menjelaskan, sejauh in daerah yang merupakan sentra produksi yang paling banyak membeli pupuk yakni Manggarai, disusul Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Manggarai Barat, Sumba Barat, Sumba Timur, Nagekeo, Manggarai Timur, dan Ngada. Khusus untuk Manggarai, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, dan Manggarai Barat, pembeliannya sudah di atas 1.000 ton.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.