• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 November 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Menteri Dalam Negeri Diminta Melantik Bupati SBD
    ALBERTO | Selasa, 12 Agustus 2014 | 15:11 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Menteri
    Gubernur NTT, Frans Lebu Raya

     

    Kupang, Flobamora.net  - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Nusa Tenggara Timur (NTT) merekomendasikan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD) 2014-2019.Markus Dairo Talu - Markus Ndara Tanggu Kaha (MDT-DT) yang sempat ditunda, akan diaksanakan di Jakarta oleh Menteri Dalam Negeri.



    “Untuk jadwal kapan pelantikan, tergantung waktu Pak Mendagri. Itu berdasarkan rekomendasi rapat Forkompimda yang digelar kemarin," kata Gubernur NTT Frans Lebu Raya di Kupang, Selasa (12/8).

    Menurutnya,  alasan Mendagri yang harus melantik MDT-DT, karena Tim investigasi bentukan Forkompimda NTT menemukan berbagai masalah di SBD, hingga Gubernur NTT tidak dapat melantik MDT-DT.

    “Forkompimda telah rekomendasikan pelantikan MDT-DT dilakukan oleh Mendagri RI, Gumawan Fauzi di Jakarta. Kapan dilakukan pelantikan tergantung waktu bapak Mendagri, serta kehadiran para anggota DPRD SBD melakukan sidang paripurna istimewa nanti,” katanya.

    Selain itu, lanjutnya,  Forkompimda juga meminta MDT-DT, melakukan konsolidasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat ldi SBD.Hal itu bertujuan untuk terciptanya situasi yang aman dan damai sebelum dan sesudah pelantikan nanti.

    Dia menuturkan, semua temuan tim Forkompinda di SBD berserta rekomendasi secepatnya akan dikirim ke Mendagri di Jakarta.

    Selaku Gubernur NTT, dia  akan memanggil Pimpinan DPRD SBD ke Kupang, bersama tokoh masyarakat Sumba Barat Daya untuk dilakukan rekonsiliasi terkait pelantikan MDT-DT oleh Mendagri itu.

    Kata dia, dirinya tidak bisa melantiik MDT-DT karena adanya penolakan dari DPRD setempat, yang tetap bersikukuh tidak mengakui kemenangan pasangan itu dalam Pemilukada yang sudah dikuatkan dengan Keputusan MK.

    Ketua DPRD SBD, Yoseph Malo Lende, yang dihubungi pada kesempatan terpisah menyatakan, tidak setuju dengan rekomendasi Forkompinda NTT itu.

    “Kami secara lembaga DPRD SBD telah sepakat menolak pelantikan Bupati dan wakil bupati SBD, MDT-DT oleh Gubernur NTT atau Mendagri. Sebab MDT-DT kalah dalam Pilkada SBD. Yang keluar sebagai pemenang dengan suara terbanyak adalah Kornelius Kodi Mete - Daud Lende Umbu Moto (KonCo Ole Ate),” katanya.

    Dia menilai, Mendagri RI, Gumawan Fauzi, saat ini sedang adu domba atau menciptakan kejahatan "perang saudara" di Sumba Barat Daya. Sebab kasus Pilkada SBD itu tidak akan habis, karena sudah ada bekas lukanya.

    "Dendam kusumat akan kembali terjadi di daerah itu, jika Mendagri tidak membatalkan Surat Keputusan Pelantikan MDT-DT,” katanya.

    Sebagaimana diketahui, pelantikan Bupati SBD terus mengalami penundaan lantaran DPRD setempat enggan menggelar sidang paripurna istimewa.

    Menurut lembaga itu kemenangan MDT-DT pada Pemilukada 3 Agustus 2013 lalu lantaran melakukan kecurangan berupa penggelembungan suara sekitart 13.000 yang dilakukan KPUD Sumba Barat Daya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.