• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 21 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Travel
     
    Taman Ziarah Terindah Itu Bernama Yesus Maria Oebelo (2)
    YOSS GERARD LEMA | Kamis, 14 Agustus 2014 | 13:44 WIB            #TRAVEL

    Taman
    Patung Bunda Maria di Taman Doa Yesus Maria Oebelo

     

    SEBUAH taman nan indah. Seperti sebuah rumah di puncak pebukitanyang dihiasianeka bunga warna warni.Mawar merah marun, melati putih, semerbak kamboja kuning menawan, merah kembang sepatu, bougenvile tujuh warna, bunga sepe yang menggoda, wangi kembang pukul Sembilan atau rajutan bunga bakung yang istimewa.Damai di jiwa, damai di hati.

             

    Itulah taman impian. Sebuah Eden, taman hati, tempat doa ditanam. Doayang ditanam mesti digembur, disirami sehingga tumbuh, mekar, berbunga, berbuah lebat. Bunga itulah yang kini masih langka di taman ziarah.Memasuki Taman Ziarah Yesus Maria Oebelo yang terekam adalah betapa tandus tanah kita.Dari kejauhan tampak sejumlah pepohonan lontar dan beberapa pepohonan rimbun.Namun sebagian punggung pebukitan masih berupa tanah kosong didominasi rerumputan kering.Sekiranya tanah- tanah itu ditanami aneka kembang warna-warni betapa eloknya panorama disana.

     

    Bougenvil seharusnya menjadi  pilihan rasional.Di sekitar kapela John Paul II betapa elok menikmati bougenvil yang tengah mekar.Ada merah, putih, bahkan kuning.Inilah bunga yang semestinya menjadi ilham dan inspirasi untuk mendandan seluruh lokasi di pebukitan taman ziarah. Damyan Godho dan jajarannya selaku

     

    Panitia Pembangunan Taman Ziarah dituntut untuk menempatkan penataan taman sebagai prioritas penting dalam merampungkan pembangunan fisik. Kita tidak bisa asal menanam pohon atau bunga-bungaan tanpa adanyadisain eksterior taman yang bermuara pada mimpi untuk menghadirkan pebukitan Oebelo sebagai taman jiwa.Taman yang menggembirakan hati.

             

    Sebab sebuah taman selalu identik dengan bunga. Bunga dan bunga.Seharusnya mulai dari jalan masuk menuju area taman  padasisi kiri dan kanan ruas jalannya wajib ditumbuhi bunga warna-warni.Bougenvile yang cemerlang, menyolok dan menarik mesti menjadi aksen utama.Bunga-bungaan lainnya dengan tipikal serupa sudah waktunya untuk  diinventarisir dan ditanam.

     

    Kekaguman pada Ilahi sudah mesti membuncah sejak awal mata para peziarah menangkap punggung pebukitan Oebelo.Ragam warna warni bunga di seantero taman akan menjadi aliran listrik berkekuatan lembut menyetrum nurani hati setiap peziarah hingga berdesir-desir. Desiran kekaguman semacam inilahyang mesti hadir untuk membantu para peziarah menakar bathin  sebelum menapaki bukit permenungan selaku manusia berdaging lemah.

     

    Di Aula Terbuka yang terletak di kaki bukit seluruh peziarah diberi ruang waktu untuk sejenak menenangkan diri.Kenyataannya, aula terbuka ini pun masih apa adanya, belum tertata dengan baik dan apik. Lingkungan di sekitar Aula Terbuka semestinya menjadi sebuah taman istimewa didandani bunga-bungaan. Semerbak aroma bunga, lambaikan dedaunan lontar, serta usapan lembut angin keringtanah Timor menjadi restu alam raya yang mempersilahkan  peziarah untuk menapaki relung bathin.

     

    Tuhan maha besar.Selanjutnya, kaki peziarah mengawali langkah menanjaki pebukitan dengan sudut kemiringan sekitar 45 derajat.Inilah tanjakan jiwa. Siapapun yang menapaki ruas jalan ini tentu akan melangkah dengan kepala tertunduk. Yang terlihat hanyalah aspal jalanan berwarna hitam pekat.Lihat baik-baik dan renungkan.Adakah dirimu sehitam aspal jalanan ini?

     

    Apakah jiwamu sepekat itu? Seratus meter tanjakan pertama cukup untuk menyadarkan peziarah bahwa betapa kelam dunia ini. Betapa kelam masing-masing pribadi kita.Menoleh ke kiri dan kanan yang tampak hanyalah dinding tebing bertanah liat.Tanah lekat, ringkih dan lapuk.Tanah itu menyadarkan siapa saja bahwa kita berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah.Fana.

             

    Setengah terengah, lutut pun goyah,akhirnya peziarah mencapai puncak pertama dan mendapati bangunan biara pastor di rusuk kanan.Lihatlah, betapa elok panorama yang tersaji.Laut biru membentang seperti hamparan sabuk sorga di kejauhan.Cuma itu dan hanya itu.Sementara lingkungan di sekeliling bangunan biara belum tertata, masih apa adanya. Sejumlah pepohonan yang tumbuh belum menghadirkan gregetnya. Padahal inilah space pelataran yang mesti didandan habis-habisan. Hamparan berupa jalan lebar dua jalur  dari paving block mestinya hadir bagai binar-binar  bola mata si cantik puber pertama yang mengundang decak kagum.

     

    Taman di pelataran ini semestinya mampu membuat jantung hati peziarah berdesir untuk kedua kalinya.Peziarah seolah berada di bibir firdaus, tempat Tuhan bersemayam.Tempat Bunda Maria dan kanak-kanak Yesus bercengkrama dan membukakan telinga lebar-lebar untuk mendengar keluh kesah umatnya, bahkan memeluk mereka yang berbeban berat.

             

    Langkah peziarah terhenti tepat di depan Patung Bunda Maria yang tengah menggendong kanak-kanak Yesus. Patung setinggi manusia itu berada pada kaki bukit kedua dengan sudut kemiringan sekitar 40 derajat.Bunda Maria yang cantik bersama putra-Nya.Keduanya seolah tengah bercakap-cakap.Bunda menyampaikan sesuatu kepada kanak-kanak Yesus.Menyampaikan semua keluh kesah kita, menyampaikan isi hati kita, menyampaikan mimpi-mimpi kita, juga gumpalan kekecewaan yang mengkristal, bahkan membatu.

     

    Bagi peziarah yang beragama katolik yang hendak berdoa, inilah taman ziarah rohani terlengkap menggelar kisah kehadiran Tuhan Yesus Kristus dalam perjalananNya menyelamatkan umat manusia dari belenggu dosa.Bila menapaki ruas jalan paving block di sebelah kiri posisi berdiri Patung Bunda Maria maka wajib mendaraskan lima Peritiwa Gembira dan lima Peristiwa Mulia dalam Doa Rosario.

     

    Sedangkan peziarah yang melangkah ke sebelah kanan wajib mendaraskan lima Peristiwa Sedih dan lima Peristiwa Terang. Ada 20 stasi perhentian yang mengisahkan Kristus sejak Maria menerima khabar dari Malaekat Gabriel hingga Peristiwa Terang yang mengisahkan Yesus bangkit dari antara orang mati, Roh Kudus turun atas para rasul, hingga Maria diangkat dan  dimahkotai di surga.

     

    Ada dua peristiwa yang berlangsung di Kapela John Paul II yaitu Peristiwa Mulia yang kedua: Yesus Naik Ke Surga dan Peristiwa Terang ke lima: Yesus Menetapkan Ekaristi. Di kapela ini memang terdapat altar Tuhan dari marmer hitam bergambar perjamuan terakhir, tempat imam dan peziarah  mempersembahkan  ekaristi kudus. Sedangkan di bubungan atap kapela terdapat Patung Yesus berjubah putih berselempang merah dalam posisi naik ke surga dengan kedua tangan terentang ke langit.

     

    “Setelah diresmikan umat datang berbondong-bondong ke taman ini. Apalagi menjelang natal tahun lalu, tiap hari taman ini ramai. Mungkin karena hari libur atau karena ini lokasi ziarah yang baru,” tutur Pater Selestinus Panggara, CMF yang berasal dari Toraja.

     

    Begitu pula saat menjelang Paskah 2014 lalu.Jumlah peziarah tumplek-blek.“Peziarah banyak sekali.Ada banyak kelompok-kelompok yang datang berkunjung.Termasuk rombongan peziarah Legio Maria se-Keuskupan Agung Kupang dan Keuskupan Agung Atambua.Mereka datang secara bersama-sama, berdoa bersama-sama.Manusia ada dimana-mana,” sambung Pater Yohanes Jeramu yang berasal dari Cibal, Manggarai Utara.

     

    Saat ini setiap hari ada saja orang berkunjung ke taman ini. Banyak juga yang non katolik.Mereka lakukan ziarah pribadi.Ada yang khusuk berdoa, ada juga yang duduk-duduk dibawah pohon.Tak sedikit rombongan peziarah katolik yang merayakan ekaristi di Kapela John Paul II.

     

    “Pagi hingga malam kami memutar irama musik khas untuk membantu suasana bathin peziarah.Misalnya music taise instrumen dan vocal, music gregorian, lagu-lagu Maria.Ya, lagu-lagu meditative untuk  mendukung suasana bathin peziarah,” jelas Pater Selestinus.

     

    Ketika disinggung mengenai rumor yang menyebutkan telah terjadi banyak mukjizat di taman ini, kedua imam ini cuma tersenyum. “Ada atau tidak mukjizat itu urusan masing-masing pribadi.Yang kami tahu ada banyak orang mengaku pulang dengan perasaan lega, damai dan tenang.Beban mereka terangkat, ini suatu pengalaman iman yang baik,” tutur keduanya hati-hati.

     

    Ketika hal yang sama ditanyakan kepada Damyan Godho selaku Ketua Panitia Pembangunan Taman Ziarah, juga sebagai Ketua Dewan Pastoral Paroki Taman Ziarah Yesus Maria Oebelo, pria sepuh ini sejenak terdiam.

     

    ”Secara pribadi saya ada pengalaman ketika membangun taman ini. Yang saya ingat betul, setiap kamimengalami kesulitankeuangan, maka dengan mengangkat hati dan berdoa, dalam beberapa hari kedepan biasanya  ada tangan yang datang menolong. Bagi saya ini merupakan  peristiwa iman yang tidak biasa. Saya percaya itu,” ucap Damyan Godho yang juga adalah Pemimpin Umum Harian Umum Pos Kupang.

     

    Menurut Damyan ada beberapa pekerjaan yang belum selesai seperti memasang bronjong sebagai penopang tebing terjal. Juga rencana membangun rumah ret-ret dan biara bagi para suster. Rumah ret-ret sangat penting sebab banyak peziarah dari luar kota Kupang, baik yang datang dari kota-kota lain di NTT, maupun yang datang dari provinsi lain di Indonesia atau luar negeri.

     

    Mereka menyarankan agar dibangun rumah ret-ret, semacam penginapan. “Mereka ingin berziarah sekaligus menginap di lokasi ini.Banyak yang terkesan dan jatuh hati pada taman ini,” ucap ayah empat orang anak ini.

     

    Apakah semua peziarah memperoleh mukjizat?Apakah masyarakat di sekitar pun mengalami mukjizat?Lantas apa yang dibawa pulang peziarah dari taman yang indah ini? Ikuti bagian terakhir dari tiga tulisan ini.Sampai jumpa….!!!*** (Bersambung)


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.