• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 15 November 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Jaksa Tahan Mantan Ajudan Bupati Ende dan Ayahnya
    LEX | Kamis, 21 Agustus 2014 | 19:21 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Jaksa
    Mantan ajudan Don Bosco M Wangge, Bupati Ende periode 2009-2014, Nikodemus Tiba bersama ayahnya Thomas Siu saat menaiki mobil tahanan (Foto : lex)

     

    Ende, Flobamora.net - Mantan ajudan Don Bosco M Wangge, Bupati Ende periode 2009-2014, Nikodemus Tiba bersama ayahnya Thomas Siu ditahan Kejaksaan Negeri Ende dalam kasus pengancaman terhadap korban Robertus Rege.

     

    Penahanan tersebut dilakukan pihak kejaksaan, Kamis (21/8) setelah oleh pihak kepolisian melakukan penyerahan kedua tersangka dan barang bukti setelah pemeriksaan dinayatakan P- 21.

     

    Kasipidum Kejaksaan Negeri Ende  Helmi Hidayat mengatakan, kasus ini merupakan kasus pengancaman yang dilakukan kedua tersangka terhadap Robert dan kebetulan kejadiannya saat Pilkada beberapa waktu yang lalu.

     

    Menurutnya, kasus ini murni pengancaman bukan kasus terkait dengan Pilkada 2014 karena berdasarkan laporan korban telah terjadi pegancaman dan penistaan agama.

     

    “Ketika kami dalami kasus ini lebih menjurus ke pengancaman bukan penistaan agama, sehingga kita kenai pasal pengancaman bagi kedua tersangka tersebut. Hari ini pihak kepolisian menyerahkan tersangka dan barang bukti dan selanjutnya kita lakukan penahanan,” tutur Helmi dan menambahkan keduanya akan dikenai pasal 335 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 1 tahun atau 12 bulan.

     

    Helmi mengatakan, penahanan dilakukan meski ancaman dibawah lima tahun karena setelah perkara ini memasuki tahap II dan telah P- 21 beralih kewenangan mengingat pasal 21 ayat 1 huruf B walau itu tidak termasuk kategori ancaman 5 tahun bisa dilakukan penahanan.Sebagai barang bukti berupa sebuah sepeda motor dan kunci motor.

     

    Helmi yang juga jaksa yang menangani perkara ini mengatakan, kronologi kejadian ketika Robert Rege hendak kembali ke Pusat paroki di Nangapanda setelah melakukan kunjungan ke stasi Orakeri. Korban dihentikan sepeda motornya di TKP tepatnya di desa Tiwerea oleh kedua tersangka.K eduanya lalu mencabut kunci motor dan mengancam korban .

     

    “Jangan lari, diam dulu , persoalan kemarin belum selesai sekarang kamu berulah lagi sambil mengayunkan tangan namun tidak sempat menyentuh korban” kata Helmi mengutip keterangan saksi korban.

    Karena itu, lanjut dia, korban berlalu dan meninggalkan sepeda motornya.Sedangkan peran kedua tersangka berbeda . Olehnya setelah diserahkan tersangka dari pihak kepolisian bersama   barang bukit, pihaknya langsung melakukan penahanan berdasarkan pertimbangan diatas.

     

    Pantauan Flobamora.net, kedua tersangka sekitar pukul 13.00 wita dengan menggunakan kendaraan tahanan Kejaksaan Negeri Ende langsung dihantar dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Ende.

     

    Tampak Ayah dan anak tanpa kehadiran keluarga pasrah menaiki kendaraan dan  dihantar  ke Lapas kelas II B Ende.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.