• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 19 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Gaya Hidup
     
    Hipertensi Sembuh Hanya dengan Ubah Gaya Hidup
    ANA DEA | Senin, 15 September 2014 | 11:24 WIB            #GAYA HIDUP

    Hipertensi
    Ilustrasi

     
    FLOBAMORA.NET - Hipertensi merupakan faktor risiko dari banyak penyakit mematikan antara lain stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, dan penyakit-penyakit lainnya. Karena itu pengobatan hipertensi merupakan hal yang penting untuk dilakukan, selain perubahan gaya hidup. Namun, mungkinkah hipertensi sembuh hanya dengan mengubah gaya hidup?
     
    "Perubahan gaya hidup seperti mengurangi berat badan, mengatur pola makan, olahraga teratur, menghentikan kebiasaan merokok atau minum alkohol memang mampu mengurangi tekanan darah," ujar dokter spesialis ilmu penyakit dalam Suhardjono dalam konferensi pers "The 8th Annual Meeting of Indonesian Society of Hypertension", di Jakarta, Jumat (7/3/2014).
     
    Suhardjono menjelaskan, diet dan pengontrolan berat badan menurunkan sistol dan diastol 6/4,8 mmHg, pengurangan konsumsi garam 5,4/2,8 mmHg, pengurangan konsumsi alkohol bagi peminum berat 3,4/3,4 mmHg.
     
    Selain itu, diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) atau pola makan guna memperbaiki hipertensi dapat menurunkan tekanan darah sebanyak 11,4/5,5 mmHg, aktivitas fisik 3,1/1,8 mmHg, terapi rileksasi 3,7/3,5 mmHg, intervensi multipel 5,5/4,5 mmHg.
     
    "Mengubah gaya hidup saja sebenarnya hasilnya cukup baik untuk mengurangi tekanan darah. Misalnya dengan mengurangi berat badan jika tekanan darah yang tadinya 160/90 mmHg bisa berkurang menjadi 154/85,5 mmHg," tutur dokter subspesialis ginjal hipertensi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM) ini.
     
    Kendati demikian, lanjut dia, jika tekanan darah terlalu tinggi akibat hipertensi yang dialami sudah mengalami komplikasi, maka  obat-obatan menjadi solusinya.

    "Untuk hasil optimal pengobatan hipertensi membutuhkan obat-obatan serta perubahan gaya hidup sekaligus," ujarnya.
     
    Hipertensi merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan yang serius. Prevalensi hipertensi di Indonesia cukup tinggi. Menurut National Basic Health Survey 2013, prevalensi hipertensi di kelompok usia 15-24 tahun adalah 8,7 persen; pada kelompok usia 25-34 tahun adalah 14,7 persen; 35-44 tahun 24,8 persen; 45-54 tahun 35,6 persen; 55-64 tahun 45,9 persen; 65-74 tahun 57,6 persen, dan lebih dari 75 tahun adalah 63,8 persen.

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.