• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 22 April 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Dira Tome : Beta Sudah Lama Siap
    ALBERTO | Senin, 15 September 2014 | 22:54 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Dira
    Marten Luther Dira Tome

     

    Kupang, Flobamora.net - Mantan Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas PPO Nusa Tenggara Timur (NTT), Marthen Luther Dira Tome mengatakan, selaku penanggung jawab dari program PLS dirinya sudah siap jika dipanggil KPK untuk dimintai keterangan.

     

    Dira Tome mengatakan tu, saat dihubungi dari Kupang, Senin (15/9) malam menanggapi pengambilalihan  kasus dugaan korupsi dana alokasi khusus Pendidikan Luar Sekolah (PLS) pada Dinas PPO  NTT Tahun Anggaran 2007-2008.

     

    “Beta sudah lama siap. Belum diminta saja sudah siap, apalagi diminta. Dengan senang hati beta akan beri keterangan secara terang benderang tentang pengelolaan dana tersebut,” katanya.  

     

    Menurut Marten yang juga Bupati Sabu Raijua ini, tindakan yang dilakukan KPK sudah ditunggu-tunggu selama ini. KPK lembaga penegak hukum yang sangat profesional sehingga akan menangani kasus itu secara prodesional pula agar menjadi jelas.

     

    Selama ini, ujarnya, kami sudah katakan, jika Kejakasaan Tinggi NTT tidak bisa selesaikan, serahkan saja kepada KPK, sehingga biar lebih cepat diselesaikan.

     

    “Kasus ini sudah pernah ditangani oleh KPK dan Kejari Kupang, tapi dihentikan, karena tidak cukup bukti,”ujarnya.

     

    Dia mengakui, belum tuntasnya kasus yang ditangani sejak tahun 2008 ini membuat dirinya bukan saja merasa tersandera, tetapi sudah menjurus ke arah pembunuhan karakter ternasuk keluarganya ikut merasakan dampaknya.   

     

    Sebelumnya diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil alih kasus dugaan korupsi dana alokasi khusus Pendidikan Luar Sekolah (PLS) pada Dinas PPO Tahun Anggaran 2007-2008.

     

    Juru bicara KPK Johan Budi mengatakan, KPK mengambil alih kasus tersebut dari Kejaksaan Tinggi NTT, Senin (15/9).

    "Di NTT belum ada yang ditangani, penyelidikan dan penyidikannya. Setelah diserahkan akan ditangani KPK," kata Johan yang dihubungi dari Kupang.

    Sebelum diserahkan ke KPK, kata Johan, telah dilakukan gelar perkara di KPK dan di NTT. Johan mengatakan, pengalihan penanganan kasus itu merupakan hasil koordinasi dan supervisi dengan Kejati NTT beberapa waktu lalu.

    "Ada persoalan teknis penanganan, jadi perkara ini lebih efektif ditangani KPK," ujarnya.

    Dia mengatakan, dana yang dianggarkan untuk PLS tahun anggaran 2007-2008 di NTT sekitar Rp 70 miliar. Dana tersebut merupakan dana yang diberikan pemerintah pada suatu institusi tertentu untuk dimanfaatkan sesuai dengan pedoman pemerintah.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.