• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 24 Februari 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Status Gunung Rokatenda dari Siaga ke Waspada
    VICKY DA GOMEZ | Senin, 22 September 2014 | 19:32 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Status
    Gunung Rokatenda

     

    Maumere, Flobamora.net, - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sikka Silvanus Tibo menegaskan bahwa Gunung Rokatenda di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka saat kini sudah berubah status menjadi waspada.

     

    Sebelumnya, oleh Badan Vulkanologi Bandung  Rokatenda ditetapkan dengan status  siaga, usai gunung berapi ini mengeluarkan letusan dan abu panas pada 10 Agustus 2013 yang lalu.

               

    Pernyataan Sivanus Tibo itu disampaikan pada rapat dengar pendapat di Gedung DPRD Sikka, Kamis (18/9), terkait penanganan pengungsi Rokatenda selama lebih dari 1 tahun ini. Rapat dengar pendapat ini dipimpin oleh Ketua Sementara DPRD Sikka Rafael Raga dan Wakil Ketua Sementara DPRD Sikka Stephanus Say.

               

    “Saat kini status Rokatenda sudah turun dari siaga ke waspada. Itu berarti aktifitas gunung sudah mulai berkurang, letusan-letusan pun sudah mulai berkurang,” jelas Tibo.

               

    Gunung Rokatenda meletus terakhir kali pada 10 Agustus 2013, dengan menyemburkan abu panas. Aktifitas ini mengakibatkan 5 orang warga meninggal, dan hampir seribu orang lebih terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman termasuk ke Kota Maumere, dan beberapa tempat di wilayah Kabupaten Ende dan Kabupaten Nagekeo.

               

    Data yang dihimpun Flobamora.net, letusan Gunung Rokatenda melahirkan gelombang evakuasi yang cukup besar. Evakuasi ke Maumere misalnya, dilakukan secara bertahap, di mana tahap pertama berjumlah 375 kepala keluarga, dan tahap kedua berjumlah 378 kepala keluarga. Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera memimpin langsung evakuasi tahap pertama pada 11 Agustus 2011. 

               

    Di Maumere, para pengungsi di tempatkan pada beberapa kamp pengungsi seperti di Aula Kantor Transito Maumere, eks Kantor Bupati Sikka di Jalan Ahmad Yani, dan sejumlah rumah penduduk. Hingga kini Pemkab Sikka masih terus melakukan penanganan terhadap pengungsi.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.