• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 18 Juli 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pembangunan Embung Guriola Hampir Rampung
    ALBERTO | Selasa, 23 September 2014 | 21:15 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pembangunan
    Kepala Satker Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Agus Sosiawan

     

    Kupang, Flobamora.net - Pembangunan Embung Guriola di kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sempat dotolak warga setempat hingga saat ini hampir rampung.

     

    Embung yang dibangun Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II itu selain berfungsi untuk untuk air baku atau konsumsi bagi masyarakat di kabupaten itu tetapi juga untuk irigasi. Hal ini untuk mengatasi krisis air berkepanjangan yang dialami masyarakat setempat.

    Kepala Satker Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Agus Sosiawan kepada wartawan di Kupang, Selasa (23/9) menjelaskan, luas embung tersebut 9 hektare dengan volume 321.000 meter kubik.

    “Embung ini direncanakan akan rampung pada Desember tahun ini, sehingga bisa dimanfaatkan untuk  menampung air pada musim hujan mendatang,” katanya.

    Karena itu, dia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Sabu yang sudah merelakan tanahnya untuk pembangunan embung Guriola, meskipun sebelumnya terjadi polemik terkait proyek tersebut.

    Agus mengaku, penyelesaian masalah lahan sudah disepakati dalam pertemuan antara masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua yang difasilitasi Balai Wilayah Sungai pada tanggal 28 Juli lalu.

    Dalam pertemuan itu, katanya, telah disepakati ganti rugi lahan sehingga proyek embung itu dapat dilanjutkan pembangunannya. Warga juga sudah diajak ke lapangan untuk melihat batas-batas lokasinya.


    Bupati  Sabu Raijua
    , Marthen Dira Tome  menegaskan, proyek pembangunan Embung Guriola tetap dilanjutkan. Pihaknya sudah melakukan kesepakatan dengan pemilik lahan dalam pertemuan yang difasilitasi Balai Wilayah dan Sungai Nusa Tenggara II.

    Dalam pertemuan di kantor  Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara  II di Kupang, 28 Juli 2014 lalu, para pemilik lahan sudah menyampaikan beberapa tuntutan dan pihaknya sudah memberi respons.

    “Mereka semua (pemilik lahan) tahu apa yang diputuskan di balai pada saat pertemuan kemarin, dan apabila mereka ke luar dari keputusan itu maka itu merupakan urusan mereka,” katanya.

    Dira Tome menegaskan, pemerintah sudah berniat baik melaksanakan pembangunan di wilayah itu. Apalagi pembangunan bendungan itu untuk memenuhi kebutuhan bagi masyarakat dan pertanian.Pembungunan embung itu tidak boleh berhenti karena keinginan satu dua orang.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.