• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 19 Juli 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    TTS Terbanyak Kirim Sapi ke Luar Daerah
    ALBERTO | Jumat, 26 September 2014 | 14:03 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    TTS
    Ternak Sapi (Foto : Dok Flobamora.net)

     

    Kupang, Flobamora.net – Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menjadi daerah terbanyak  yang mengirirmkan sapi ke luar daerah dengan total kuota  dalam tahun 2014 sebanyak 11.600 ekor. Hingga pertengahan September, realisasi pengiriman sapi oleh kabupaten ini sebanyak 8.225 ekor.

     

    Kepala Kantor Pelayanan PerIzinan Terpadu Satu Pintu (KPPTSP) Provinsi NTT Yohakim Kota kepada wartawan, Jumat (26/9) mengatakan, realisasi pengirim sapi tersebut terpantau lewat dokumen izin pengiriman yang dikeluarkan KPPTSP hingga tanggal 15 September 2014.

    "Sisanya 2.875 yang belum terkirim. Mudah-mudahan hingga akhir tahun, bisa memenuhi total kuota yang ditetapkan," kata Kotan.

    Dia mengatakan, urutan kuota terbanyak kedua adalah Kabupaten Kupang sebanyak 10.500 ekor. Sementara realisasi pengirimannya hanya terpaut  dengan TTS dua ekor yakni 8.723. Disusul, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dengan total kuota 7.500 ekor. Realisasi pengiriman sapi oleh kabupaten ini sudah 100 persen.

    Sementara kabupaten yang memiliki kuota pengiriman antara 3.000 ekor hingga 4.750 ekor yakni Kabupaten Belu (4.750 ekor), Malaka (4.600 ekor), Sumba Timur (4.000 ekor), dan Rote Ndao (3.000 ekor). Realiasi ppengiriman untuk Belu sebanyak 3.300 ekor, Malaka 2.935 ekor, Sumba Timur 3.816 ekor, dan Rote Ndao 1.176 ekor.

    Kotan menambahkan, ada empat kabupaten yang tidak ada penetapan kuota pengiriman sapi yakni Lembata, Flores Timur, Alor, dan Sumba Barat. Hal ini karena ternak sapi di kabupaten ini jumlah terbatas, dan untuk memenuhi kebutuhan  dalam kabupaten saja terpaksa didatangkan dari kabupaten tetangga.

    Dia mengemukakan, sedangkan kabupaten yang memiliki kuota namun sama sekali belum melakukan pengiriman yakni Sikka (500 ekor), Ende (1.500 ekor), Manggarai (1.800 ekor), Manggarai Timur (500 ekor), Sumba Barat Daya (100 ekor), Sumba Tengah (400 ekor), dan Sabu Raijua (150 ekor).

    "Khusus kabupaten di Flores, hanya dua kabupaten yang melakukan pengiriman yakni Nagekoe sebanyak 1.114 ekor dari kuota 1,700 ekor, dan Manggarai Barat 465 ekor dari kuota 600 ekor," urainya.

    Dia mengatakan, untuk tahun 2014, NTT memilikii kuota pengiriman sapi sebanyak 55.000 ekor. Hingga pertengahan September, realisasi pengiriman sebanyak 38.054 ekor.

    Kotan menjelaskan, izin Ternak menempati posisi teratas yang memberikan kontribusi pendapatan pada KPPTSP  Provinnsi NTT. Hingga pertengahan September 2014, kontribusi pemasukan dari izin ternak. Sebesar Rp 838.820.000. Satu ekor sapi dikenakan retribusi izn pengirimam Rp 20 ribu.

    Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT Thobias Uly mengatakan, selain pengirimam dalam negeri, para pengusaha juga berpeluang memasarkan ternaknya ke Timor Leste.  Komoditi ternak yang bisa dipasarkan ke negara tetangga ini adalah ternak babi.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.