• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 November 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Indonesia Lemah Berhadapan dengan Australia
    ALBERT R. | Kamis, 09 Januari 2014 | 14:42 WIB            #INTERNASIONAL

    Indonesia
    Ferdi Tanoni (Foto : Dok

     
    Kupang,Flobamora.net  - Pemerhati Masalah Laut Timor, Ferdi Tanoni, menilai Pemerintah Indonesia terlalu lemah berhadapan dengan Australia terkait masuknya kapal perang angkatan laut negara benua itu ke wilayah perairan Indonesia, meskipun dengan dalih mengusir para pencari suaka atau imigran gelap masuk ke wilayah mereka.

    "Kita tidak minta TNI berperang dengan Australia, tetapi pemerintah harus bersikap tegas terhadap
    angkatan laut negara itu yang jelas-jelas telah melanggar kedaulatan Negara Kesatuan Repiblik
    Indonesia (NKRI)," kata Tanoni di Kupang, Kamis (09/1).

    Menurut Tanoni yang juga Ketua Yayasan Peduli Timor Barat ini, dalam sebulan terakhir ini angkatan
    laut Australia sudah dua kali melintasi wilayah peraiaran selatan Idonesia tepatnya di selatan Pulau
    Rote, dengan alasan mengusir imigran kembali ke perairan kita.

    Ini, kata dia, jelas-jelas sebuah penghinaan terhadap Indonesia padahal di perairan selatan Pulau
    Rote ada pos penjaga perbatasan yang selalu melakukan patroli rutin menjaga wilayah perairan selatan Indonesia dari provokasi negara asing.  

    "Kita tentu sangat terkejut setelah mendapat pengakuan para pencari suaka yang menunjukkan GPS
    kepada tentara Australia bahwa mereka sudah masuk terlalu jauh ke perairan Indonesia, namun tentara Australia itu tidak peduli," paparnya.
     
    Ihwal masuknya kapal perang Australiake perairan Indonesia, kata dia, terjadi dua kali. Pertama pada
    kahir Desember 2013 lalu, saat mereka mengusir sekitar 47 pencari suaka asal Somalia dan beberapa
    negara Timur Tengah.
     
    "Yang kedua terjadi pada 6 Januari 2014 lalu, tiga kapal perang Australia juga masuk lagi ke
    perairan Indonesia setelah menghalau sebuah perahu motor yang mengangkut 45 imigran Timur Tengah," jelasnya.

    Dua kerjadian itu, tambahnya, sudah bisa menjadi bukti bagi Indonesia melakukan protes keras
    terhadap pemerintahan Australia, yang tidakj menghormati kedaulatan negara lain.*** (Ar)

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.