• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 18 Januari 2018

     

     
    Home   »  Gaya Hidup
     
    Minum Obat Jangka Panjang Merusak Ginjal?
    ANA DEA | Minggu, 28 September 2014 | 08:01 WIB            #GAYA HIDUP

    Minum
    Ilustrasi

     
    FLOBAMORA.NET - Kepatuhan minum obat pada pasien penyakit kronis akan berpengaruh pada hasil pengobatan yang maksimal dan perburukan penyakit yang bisa dicegah. Namun, kepatuhan pasien untuk minum obat dalam jangka panjang masih rendah. Salah satu alasannya ketakutkan obat akan merusak ginjal.

    Mitos tersebut ditepis oleh Dr.Ikhsan Mokoagow, Sp.PD. Menurutnya, pasien penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, atau penyakit jantung, justru akan mengalami perburukan penyakit lebih cepat jika tidak meminum obat.

    "Pada kondisi tekanan darah tinggi, pembuluh darahnya akan cepat rusak. Nah, di ginjal itu banyak sekali pembuluh darah kecil. Kalau ginjalnya dibuka, itu banyak sekali pembuluh darahnya yang rusak akibat hipertensi. Makanya kalau tekanan darah tidak dikontrol, yang paling duluan rusak adalah ginjalnya," paparnya di sela acara temu media yang diadakan oleh Pfizer di Jakarta (15/4/14).

    Masyarakat tidak perlu terlalu khawatir dengan efek pengobatan pada ginjal. "Hanya dengan minum obat yang kecil dosisnya itu, Anda akan terhindar dari kerusakan ginjal yang lebih cepat," ujar dokter dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam RS Cipto Mangunkusumo Jakarta ini.

    Ia menambahkan, setiap obat yang beredar sudah diteliti puluhan tahun dan tetap diamati efek sampingnya meski sudah beredar. "Jadi obat yang beredar di pasaran adalah obat yang dianggap aman. Dokter juga tidak akan memberi obat dengan dosis tinggi, pasti dalam range yang wajar," katanya.

    Penyakit kronis adalah penyakit dengan penyebab multifaktor dan memiliki efek kerusakan pada berbagai organ. Misalnya saja penyakit diabetes melitus dan hipertensi akan meningkatkan risiko penyakit jantung. "Saya lebih takut kalau pasien tidak minum obat, kerusakan organnya pasti lebih cepat," katanya.

    Ikhsan mengatakan, memang ada obat-obat tertentu yang bisa membuat fungsi ginjal turun, misalnya obat antinyeri. Karena itulah pasien jangan mengobati diri sendiri, tapi berkonsultasi ke dokter sehingga bisa diberikan dosis yang tepat dan dipantau efek sampingnya.

    Untuk pengobatan penyakit kronis, selain minum obat secara teratur, pasien juga dianjurkan untuk berkonsultasi secara berkala ke dokter untuk mengevaluasi pengobatan dan mengetahui apakah target pengobatan telah tercapai. Pemeriksaan laboratorium rutin juga wajib dilakukan.

    Obat herbal

    Obat-obatan farmasi dan obat herbal sering kali dibanding-bandingkan keamanannya. Padahal, menurut Ikhsan, obat farmasi sebenarnya lebih terukur dosisnya.

    "Zaman dulu, ratusan tahun lalu, semua obat dokter memang berasal dari daun-daunan atau herbal. Tapi setelah diteliti ternyata dari 10 zat yang ada pada sebuah herba hanya satu yang diperlukan. Karena itu lalu difurifikasi dan dibuat sintesisnya karena kita tidak mau menghancurkan begitu banyak pohon," katanya.

    Pada obat herbal, seringkali kita harus tetap meminum 10 zat yang ada pada obat tersebut. "Pertanyaannya, apakah ke-10 zat itu kia perlukan?" katanya.

    Ikhsan mengatakan, dunia kedokteran tidak anti dengan obat herbal, tapi yang sudah terstandar dan diketahui efeknya. "Kalau untuk mengobati hipertensi tidak cukup dengan obat yang 5 ml, dokter akan naikkan jadi 10 ml. Lalu kalau untuk obat herbal bagaimana mengukurnya, perlu pakai berapa batang atau berapa pohon?" ujarnya.

    Saat ini dunia pengobatan herbal sudah semakin maju sehingga ada obat-obatan herbal terstandar dan fitofarmaka sehingga dokter bisa memonitor efek sampingnya. Beberapa apotek juga sudah menyediakan obat-obatan tersebut. "Ada kondisi gangguan liver yang oleh dokter diobati dengan kurkuma atau temu lawak. Itu karena obat itu sudah terstandar," katanya.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.