• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 22 November 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    NTT Akan Kembangkan Industrialisasi Perikanan
    ALBERT R. | Jumat, 10 Januari 2014 | 13:42 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    NTT
    Abraham Maulaka

     
    Kupang, Flobamora.net - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) serius mengembangkan potensi sumber daya kelautan dan perikanan di daerah tersebut menjadi salah satu program unggulan lima tahun ke depan untuk mendorong pertembuhan ekonomi daerah ini.

    Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTT, Abraham Maulaka, dalam rapat dengar pendapat dengan Badan Legislasi DPRD setempat, Jumat (10/1) mengatakan, sektor kelautan dan perikanan di daerah ini sangat potensial untuk dikembangkan.

    "Luas wilayah perairan NTT 200 ribu kilo meter persegi dengan panjang garis pantai 5700 kilo meter, memiliki potensi perikanan yang siap dikembangkan di waktu yang akan datang, dengan mengundang para investor untuk menanamkan modalnya," kata Maulaka.

    Menurutnya, sebagai salah satu program unggulan sektor keluatan dan perikanan di NTT masih perlu perhatian pemerintah misalnya meningkatkan bantuan modal kepada nelayan agar lebih bergairah memanfaatkan sumber daya perikanan yang dimiliki.

    Dia mengatakan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM) tahun 2013 -2018, pemerintah daerah telah berencana untuk mengembangkan industrialisasi bidang perikanan di beberapa daerah potensial seperti di Kota Kupang, Rote Ndao, Alor, Flores Timur, Sikka, Ende, dan Manggarai Barat.

    "Selain itu, Dinas Kelautan dan Perikanan NTT juga mengembangkan teknologi budidaya perikanan air payau dan air tawar khususnya udang dan ikan melalui program supraintensif yang selama ini dikembangkan di Sulawesi Tengah," jelasnya.

    Dia menambahkan, untuk program supraintensif ini sudah dikembangkan di Kawasan Tablolong dan medio tahun 2013 sudah bisa dipanen perdana.

    Jika itu berhasil, kata dia, Dinas Kelautan dan Perikanan akan memgembangkan pola itu di daerah lain  yang memiliki potensi untuk budidaya perinanan air payau dan air tawar.*** (Risky)  

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.