• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 20 September 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Jadi Ketua MPR, Zulkifli Hasan Bantah Isu Jegal Pelantikan Jokowi
    ANA DEA | Rabu, 08 Oktober 2014 | 08:53 WIB            #NASIONAL

    Jadi
    Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), periode 2014-2019, Zulkifli Hasan, seusai pelantikan di Gedung MPR, Senayan, Rabu (8/10/2014). KOMPAS.com/Abba Gabrillin

     
    JAKARTA, FLOBAMORA.NET - Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, yang terpilih sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)  2014-2019, membantah isu terkait penjegalan terhadap pelantikan presisen terpilih Joko Widodo. Ia menyebut isu itu sebagai pemikiran yang aneh.

    "Itu pikiran aneh saja. Agenda kita yang paling dekat ini adalah melaksanakan pelantikan presiden. Itu harus betul-betul kita sukseskan, karena bagian dari tonggak demokrasi," ujar Zulkifli, saat ditemui seusai pelantikan pimpinan MPR, di Gedung MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2014).

    Sebelumnya, sejumlah pengamat politik menilai, jika Koalisi Merah Putih (KMP) menguasai jabatan pimpinan MPR, dikhawatirkan akan dimanfaatkan untuk menghambat pelantikan presiden terpilih Joko Widodo, pada 20 Oktober mendatang.

    Sebagai Ketua MPR yang baru, Zulkifli bertekad mempersatukan koalisi-koalisi yang ada di pemerintahan. Menurut dia, tugas MPR adalah sebagai perekat persatuan dan kesatuan lembaga tinggi negara.

    "Awalnya saya keberatan saat tadi malam diperintahkan ketua umum untuk menjadi pimpinan MPR. Tapi karena ini tugas, dan berbagai pertimbangan, saya akan siap menjalankan tugas sebagai Ketua MPR," kata Zulkifli.

    Berdasarkan hasil voting, paket Koalisi Merah Putih mendapatkan 347 suara. Paket ini mengusung Zulkifli Hasan (PAN) sebagai Ketua MPR, dan empat calon Wakil Ketua MPR yang akan diisi oleh Mahyudin (Golkar), EE Mangindaan (Demokrat), Hidayat Nur Wahid (PKS), dan Oesman Sapta (DPD).

    Ada pun, paket yang diusung KIH mendapat 330 suara. Paket ini mengajukan Oesman Sapta sebagai Ketua MPR, sementara Wakil Ketua MPR yakni Ahmad Basarah (PDI-P), Imam Nachrawi (PKB), Patrice Rio Capella (Nasdem) dan Hasrul Azwar (PPP).

    Pimpinan MPR terpilih dilantik oleh Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali dengan mengambil sumpah jabatan kelimanya. Pelantikan dilakukan tepat pukul 05.30 WIB dan dihadiri hampir seluruh anggota MPR.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.