• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 16 Juli 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Pembunuh Mayang Prasetyo Bukan Koki tapi Gigolo
    ANA DEA | Kamis, 09 Oktober 2014 | 07:09 WIB            #INTERNASIONAL

    Pembunuh
    Foto Marcus Volke mengiklankan diri sebagai pekerja seks pria. Menurut teman dekatnya, Marcus tidak pernah bekerja di kapal pesiar. ABC

     

    Marcus Volke ternyata tidak pernah bekerja sebagai koki di kapal pesiar. Ia pernah bekerja di Copenhagen, Denmark, sebagai pekerja seks komersial (PSK) pria alias gigolo dan mengiklankan dirinya sebagai "young sexy Australian boy".

     

    Marcus, yang ditemukan bersama potongan tubuh Mayang Prasetyo di kawasan apartemen mereka di Brisbane Sabtu (4/10/2014) malam lalu, diduga memiliki kehidupan ganda.

     

    Hal ini diungkapkan oleh Alex Devantier, seorang desainer yang dekat dengan Marcus dan Mayang. Alex menyesalkan pemberitaan media dalam menggambarkan Mayang Prasetyo yang justru merupakan korban dalam kasus ini.

     

    Menurut catatan ABC, sebelumnya pemberitaan yang beredar menggambarkan Mayang sebagai PSK kelas atas bertarif mahal sementara Marcus digambarkan sebagai sosok yang anti kekerasan.

     

    Kepada suratkabar lokal, Alex Devantier, menyatakan Marcus sama sekali tidak pernah bekerja sebagai koki di kapal pesiar.

     

    "Itu hanya dalih kepada keluarga dan teman dekatnya untuk menutupi pekerjaan dia yang sebenarnya sebagai PSK pria," ujar Alex seperti dilaporkan Daily Mail Australia.

     

    Alex Devantier mengungkapkan, ia bertemu Marcus dan Mayang empat tahun silam di Melbourne.


    "Keduanya bekerja di tempat hiburan malam bernama Pleasure Dome di Melbourne tahun 2009 sebagai PSK sekitar dua bulan," jelasnya.

     

    "Mayang kemudian harus berhenti karena dia begitu populer di tempat itu sehingga PSK trans-seksual lainnya membenci Mayang," kata Alex. "Ia kemudian meminta saya mendesain website sendiri untuk mengiklankan diri."

     

    "Pasangan ini kemudian bekerja sendiri. Saya yang membantu Marcus mendaftarkan usahanya sebagai PSK privat di Melbourne dan membantunya membuat iklan," tambah Alex.

     

    Alex Devantier yang berasal dari Kota Townsville mengaku terpukul sekali atas tragedi ini.

    "Saya yang mengurusi website Mayang dan selalu berkomunikasi dengannya setiap saat," katanya.

     

    Informasi lainnya menyebutkan, setelah pindah ke Brisbane, Marcus bekerja sebagai PSK pria dengan nama Heath XL.

     

    Ketika masih bekerja di Copenhagen, pria kelahiran Ballarat 28 tahun lalu ini mengiklankan diri sebagai "young sexy Australian boy, very friendly and easy going, discreet and professional."

     

    Ia juga mendeskripsikan dirinya dalam iklan itu sebagai orang yang terbuka dan menerima semua jenis orang dengan latar belakang apapun.

     

    Sementara itu, pemilik usaha PSK Le Femme Garcon di Melbourne membantah bahwa Mayang Prasetyo pernah bekerja di tempat itu. Dalam lama Facebooknya, Mayang menyebut tempat itu sebagai tempat kerjanya.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.