• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 16 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Evaluasi DOB, Sabu Raijua Tempati Peringkat Kedelapan
    ALBERTO | Jumat, 10 Oktober 2014 | 14:22 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Evaluasi
    Bupati Sabu Raijua, Marthen Luther Dira Tome

     

    Kupang, Flobamora.net - Kabupaten Sabu Raijua berhasil menempati rangking delapan dengan skor 76,2 hasil evaluasi Daerah Otonomi Baru (DOB) dari 36 DOB yang dibentuk pada tahun 2008-2009. Evaluasi ini dilakukan oleh Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri untuk Lima tahun pembentukan daerah otonomi baru.

     

    “ Setiap tahun ada evaluasi dari Dirjen Otda terhadap DOB. Sabu Raijua termasuk dalam DOB yang dibentuk pada tahun 2008-2009 bersama 35 DOB lain nya di Indonesia. Hasil Evaluasi pada tahun 2014, Sabu Raijua menempati urutan ke-8 dengan skor 76,2,” kata Bupati Sabu Raijua, Marthen Luther Dira Tome kepada wartawan di Kupang, Jumat (10/10).

     

    Marthen mengatakan, Sabu Raijua pernah diekspos oleh media bahwa termasuk dalam 5 DOB terburuk. Namun selama memimpin sabu Raijua pihaknya terus berusaha meningkatkan skor yang menjadi indikator penilaian bagi DOB oleh Dirjen Otda.

     

    “Perlu kami jelaskan, saat itu Sabu Raijua hanya mendapatkan skor 40 ketika masih dijabat oleh Penjabat Bupati, Thobias Uly dimana hasil evaluasi itu pada tahun 2009-2010. Ketika kami menjabat tahun 2011 kami berusaha meningkatkan skor tersebut menjadi 64 kemudian naik menjadi 71 dan sekarang menjadi 76,2,” papar Marthen.

     

    Dia mengatakan, penilaian buruk terhadap Daerah Otonom Baru harus menjadi warning bagi gubernur ketika hendak menempatkan seseorang menjadi penjabat bupati. Sebab dua atau tiga tahun pertama ketika sebuah Kabupaten baru dijabat seorang Penjabat akan dinilai oleh Kemendagri.

     

    “Jangan heran ketika sebuah daerah baru dinilai buruk karena penjabat yang ditempatkan tidak tahu apa yang harus dia buat. Untuk itu ini adalah warning buat Pak Gubernur ketika hendak menempatkan seseorang menjadi penjabat bupati di daerah baru,” ujarnya.

     

    Menurut dia, meningkatnya skor hasil evaluasi tersebut karena adanya akselerasi pembangunan yang dilakukan diberbagai bidang, baik pendidikan, ekonomi maupun kesehatan. “Indikator ini yang akan dinilai oleh kemendagri lewat Dirjen Otda, apakah ada peningkatan atau tidak,” katanya.

     

    Namun, dia mengaku tidak berbangga dengan hasil yang dicapai, tapi masih akan terus meningkatkan pelayanan wajib maupun pilihan, seperti infrastruktur dan peningkatan kesejahtraan masyarakat.

     

    “Kami masih memiliki waktu satu tahun jabatan untuk melakukan akselerasi pembangunan di berbagai bidang,” pungkasnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.