• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 21 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Gubernur NTT Minta Bulog Gelar Operasi Pasar
    ALBERTO | Selasa, 14 Oktober 2014 | 23:20 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Gubernur
    Rapat TPDI

     

    Kupang, Flobamora.net -  Gubernur Frans Lebu Raya, meminta  Bulog Divisi Regional NTT untuk operasi pasar guna mengendalikan harga beras di pasaran sejak dini. Ini mengingat, beras dapat menyumbang terjadi inflasi cukup tinggi.

     

    Permintaan tersebut disampaikan Lebu Raya saat menggelar rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kupang, Selasa (14/10).

     

    “Kita cenderung lakukan operasi pasar pada saat harga beras sudah melambung naik dan hal ini sudah sulit bagi para pedagang untuk menurunkan harganya. Untuk itu, selain mendatangkan beras dari luar provinsi tapi Bulog segera melakukan operasi pasar sejak dini”, ujarnya.

     

    Selain operasi pasar, Gubernur Lebu Raya, minta untuk memantau gudang-gudang penyimpanan sembilan bahan pokok (sembako) milik para distributor di Kota Kupang oleh tim TPID NTT serta berkoordiansi dengan maskapi angkutan udara terkait penetapan tarif batas atas.

     

    Permintaan tersebut setelah mendengar laporan dari anggota TPID NTT, Hendik Sudaryanto, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia terkait dengan kondisi riil perekonomian NTT yang sempat mengalami deflasi pada bulan Agustus sebesar 0,16 persen dan September 0,35 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 113,15.

     

    Men urut Hendrik perkembangan inflasi Januari – September 2014 di NTT sebesar 2,33 persen (month to month) dan inflasi sebesar 4,13 persen (year on year).

     

    Deflasi terjadi pada bulan Agustus dan September akibat dari pasca lebaran dan berakhirnya liburan sekolah. Selain itu terjadi deflasi disebabkan dari adanya penurunan harga bahan makanan dan kelompok transportasi,” jelasnya.

     

    Kata Hendik Sudaryanto, kendati perkembangan inflasi NTT triwulan III  sebesar 4,13 persen (year on year), lebih rendah jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya tercatat 8,10 persen (year on year), tetapi TPID perlu mengambil langkah antisipasi terhadap perkembangan inflasi untuk tiga bulan kedepan (Oktober, Nopember dan Desember).

     

    Menurutnya, operasi pasar perlu dilakukan terhadap perkembangan harga beras yang biasanya terjadi devisit beras di akhir tahun akibat dari kebutuhan beras yang nantinya mengalami peningkatan menjelang perayaan natal dan tahun baru.

     

    “Pemicu inflasi lain adalah jika terjadi pemberlakukan tarif batas atas oleh maskapai angkutan udara,” tambahnya.***


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.