• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 21 Juli 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Musni Arifin Tinggalkan 58 Kasus di Mapolres Ende
    LEX | Senin, 20 Oktober 2014 | 13:51 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Musni
    AKBP Musni Arifin

     

    Ende, Flobamora.net - Mantan Kapolres Ende AKBP Musni Arifin meninggalkan 'pekerjaan rumah' yang cukup banyak buat Kapolres Ende yang baru, AKBP Johannes Bangun. Sekitar 58 kasus yang ditangani Polres Ende hingga sekarang masih belum diselesaikan dari 175 kasus yang ada hingga Oktober 2014 ini.

     

    Hal ini mengemuka saat Musni Arifin menyampaikan laporan kesatuan, Sabtu (18/10) saat temu pisah antara kedua pejabat tersebut bertempat di aula Bhayangkara.

     

    Lebih lanjut Musni mengatakan, berdasarkan data per bulan oktober di ketahui dari 175 kasus yang ditangani Polres Ende baru sekitar 117 kasus yang sudah diselesaikan. Ini berarti masih ada tunggakan sebanyak 85 kasus.

     

    Kasus-kasus yang masih menjadi tunggakan diantaranya, kasus korupsi, kasus pengeroyokan dan penganiayaan, kasus penipuan dan penggelapan, kasus pencurian serta kasus sosial lainnya. Tunggakan kasus sebanyak ini, diharapkan bisa diselesaikan pada masa kepemimpinan Kapolres Johannes Bangun.

     

    “Kasus-kasus tersebut sangat bervariatif mulai dari kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang diawali dengan minuman keras. Kemudian kasus penipuan dan penggelapan yang didata berada di urutan kedua setelah kasus penipuan,” ujar Musni.

     

    Lebih jauh dia mengatakan, kasus pencurian terutama pencurian alat-alat elektronik, seperti handphone dan komputer serta barang elektronik lainya juga marak terjadi.

     

    Kasus lain yang tidak kalah penting lanjut Musni, adalah kasus asusila seperti pemerkosaan, pelecehan seksual dimana korbannya adalah anak-anak dan pelakunya adalah orang dekat korban. Untuk itu pihaknya terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan terkait dengan persoalan ini. 

     

    Sementara itu terkait dengan pemetaan kasus yang rawan konflik sebutnya yakni kasus pengancaman di Nangapanda kasus Frater Ruben, konfilk antara dua mosalaki di Nduaria, Kecamatan Kelimutu dan kasus di dalam kota yakni kasus penganiayaan dan pengancaman yang melibatkan tokoh masyarakat dan pemimpin umat.

     

    "Jadi pemetaan kasus yang berakibat konflik ada tiga karena baik korban dan pelaku merupakan pemimpin umat dan tokoh masyarakat, serta pemangku adat," ujarnya.

    Dia menambahkan, Kabupaten Ende memiliki 21 kecamatan. Saat ini
    Polres Ende membawahi 10 Polsek yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Ende.

     

    Menurutnya, ada dua polsek yang terpaksa membawahi tiga kecamatan sedangkan sisanya dua kecamatan. Untuk kondisi saat ini ada sebanyak 497 personil.

     

    Jumlah personil tersebut didistribusikan ke 10 polsek dan pospol, kemisn juga didistribusikan juga ke Mapolres Ende. Soal peralatan untuk Polres Ende cukup baik," katanya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.