• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 25 Mei 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Walikota Kupang Luncurkan Produk Garam Beryodium
    DEWA HAYON | Selasa, 28 Oktober 2014 | 12:47 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Walikota
    Walikota Kupang, Jonas Salean bersama Kadis Perindag NTT, Buno Kupok saat meresmikan produk garam beryodium di Oesapa Barat

     

    Kupang, Flobamora.net - Walikota Kupang, Jonas Salean, Senin (27/10) kemarin luncurkan produk garam beryudium  yang diolah kelompok  masyarakat petani tambak garam  di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang.

     

    Produk garam beryodium Pelita merupakan hasil karya dari kelompok usaha Pelita Hati  masyarakat pesisir Oesapa barat, setelah mendapat bantuan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi NTT.

     

    Bantuan tersebut berupa alat pembuatan  garam beryodium dan teknologi tambak garam geomembran yang membuat garam dapat dipanen dalam waktu yang singkat jika dibandingkan pembuatan garam dengan metode lama seperti tambak masak garam, dan tambak tanam.

     

    Walikota Kupang Jonas Salean dalam sambutannya mengatakan ,  dengan diremikan dan peluncuran produk garam  beryudium hasil karya kelompok petani garam Pelita, diharapkan  produk garam  tersebut  dapat bersaing dengan produk-produk garam beryodium yang telah ada di pasaran.

     

    "Saya berharap, produk garam ini bisa bersaing dan para pengrajin yang mengelola produk garam pelita bisa memperoleh kehidupan yang lebih layak," katanya.

     

    Dia mengatakan, dengan teknologi seperti ini yang mampu menghasilkan garam bermutu tinggi dan produksi yang cukup banyak, pemerintah Kota Kupang berencana akan mengembangkan tambak dengan teknologi geomembran lewat dana APBD.

     

    Sebelumnya, Kepala Dinas Perindag NTT, Bruno Kupok mengatakan, produk tambak beserta pembuatan produk garam pelita merupakan bantuan dari pemerintah provinsi. Tambak garam yang dipakai untuk produksi garam beryodium Pelita merupakan teknologi pembuatan Geomembran.

     

    “Teknologi pembuatan garam seperti itu tidak terlalu membutuhkan lahan yang besar tapi mampu menghasilkan garam yang cukup banyak. Dari lima petak tambak seluas 05 hektar yang ada saat ini, dengan teknologi geomembran mampu menghasilkan 7,5 ton setiap 10 hari,” jelasnya.

     

    Dia mengatakan teknologi Geomembran sudah diterapkan dibeberapa daerah di NTT, seperti yang sudah ada di Kabupaten Sikka, Sabu Raijua, Flores Timur. Teknologi Geomembran mampu menghasilkan garam kualitas lebih bagus. Usia panen pendek, Kualitas bagus dan semuanya beryodium.

     

    Sementara itu, salah pekerja pada produksi garam Pelita, Betseba Long kepada media ini mengatakan, produksi garam sudah siap dilemparkan kepasaran di Kota Kupang. “Saat ini sudah ada  150 ball garam yang sudah dipasarkan,” imbuhnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.