• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 21 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kejari Atambua Lidik Proyek BSPS Senilai Rp 40 Miliar
    REDAM | Kamis, 30 Oktober 2014 | 21:39 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kejari
    Kajari Atambua, Robert Tacoy

     

    Kupang, Flobamora.net – Kejaksaan Negeri (Kejari) Atambua kini tengah melakukan penyilidikan terkait kasus dugaan korupsi Bantuan Stimulasi Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 6000 unit rumah tahun anggaran 2012 senilai Rp 40 miliar yang bersumber dari APBN.

     

    Kajari Atambua, Robert Tacoy kepada wartawan di Kupang, Kamis (30/10) mengatakan saat ini tim penyidik Kejari Atambua fokus dalam mengungkap kasus dugaan korupsi BSPS tahun 2012 lalu senilai Rp 40 miliar.

     

    Dalam proyek BSPS ini, katanya, sedikitnya 6000 unit yang akan dibangun untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Belu. Dalam proyek BSPS terbagi menjadi dua bagian diantaranya peningkatan kualitas dan pembangunan baru.

     

    “Kami kini sedang fokus untuk proyek Bantuan Stimulasi Perumahan Swadaya dari pusat senilai Rp 40 miliar, “ kata Tacoy.

     

    Dia menjelaskan, dalam proyek BSPS tahun 2012 lalu senilai Rp 40 miliar ini, terindikasi adanya bantuan yang tidak sampai pada penerima atau masyarakat setempat. Proyek BSPS ini dikerjakan melalui suplayer. Namun bangunan rumah baik untuk peningkatan kulitas dan pembangunan baru dikerjakan sendiri oleh masyarakat.

     

    “Proyek lewat suplayer tapi dikerjakan oleh masyarakat sendiri. Indikasinya bantuan sebagian besar tidak sampai ke tangan masyarakat, “ terangnya.

     

    Untuk sementara, lanjutnya, kasus ini belum ada tersangka (tsk) karena masih dalam proses penyilidikan oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Atambua.

     

    Dirinya bertekad untuk menyelesaikan proyek BSPS tahun 2012 senilai Rp 40 miliar yang diduga kuat terdapat tindak pidana korupsi.**

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.