• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 24 September 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Israel Janji Buka Lagi Kompleks Al Aqsa, tapi...
    ANA DEA | Jumat, 31 Oktober 2014 | 08:48 WIB            #INTERNASIONAL

    Israel
    Tentara Israel menjaga kompleks masjid Al-Aqsa yang ditutup pada Kamis (30/10/2014). AFP

     
    JERUSALEM, FLOBAMORA.NET - Israel menutup kompleks Masjid Al-Aqsa, Kamis (30/10/2014), tetapi lalu berjanji akan membukanya lagi, menyusul bentrok di kawasan timur Jerusalem, setelah polisi Israel membunuh seorang warga Palestina.

    Warga Palestina itu dibunuh karena disangka membunuh rabbi garis keras. Israel berjanji segera membuka lagi kompleks masjid di Kota Suci tersebut setelah keluar seruan dari negara-negara Arab dan Amerika Serikat.

    Juru bicara kepolisian, Luba Samri, mengatakan kawasan itu akan dibuka lagi pada awal Jumat (31/10/2014) waktu setempat. Namun, kompleks itu hanya akan dibuka dalam rentang waktu shalat subuh hingga tengah malam.

    Itu pun, hanya boleh 50 lelaki masuk dalam waktu bersamaan, dengan alasan mencegah kerusuhan setelah shalat Jumat pada tengah hari. Tidak ada pembatasan untuk muslimah dan sejak lama berlaku non-Muslim dilarang masuk kompleks ini pada setiap Jumat.

    Sebelumnya Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut penutupan akses ke kompleks Masjidil Aqsa merupakan deklarasi perang dari Israel. "Peningkatan tindakan Israel ini merupakan deklarasi perang terhadap rakyat Palestina serta tempat-tempat suci bangsa Arab dan Islam," kata dia lewat juru bicaranya, Nabil Abu Rudeina.

    Menteri Urusan Islam Yordania, Daoud Hayel, mengatakan penutupan kompleks tersebut memperlihatkan wujud Israel sebagai negara teroris. Berdasarkan perjanjian damai dengan Israel, Yordania bertanggung jawab atas situs suci itu di Jerusalem.

    Namun, juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan penutupan tersebut dilakukan semata untuk mencegah kerusuhan meningkat, sekaligus untuk memulihkan ketenangan dan kestabilan tempat suci itu.

    Polisi menyatakan seorang warga Palestina yang tewas mereka tembak itu sebelumnya berusaha membunuh seorang rabi garis tengah. Menurut polisi, orang Palestina itu berusaha pula menembak polisi, dan tembakan balasan adalah yang menewaskannya.

    Namun keluarga dan warga di permukiman tersebut menyatakan sepasukan polisi menyerbu rumah orang Palestina itu dan langsung membantainya. "Mereka (polisi) menyerbu ke rumah, langsung masuk ke kamar, dan menembaknya."

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.