• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 16 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Walikota Kupang Minta Masyarakat Waspadai Isu OPK
    RISKY ALBERTO | Minggu, 02 November 2014 | 20:59 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Walikota
    Ilustrasi

     

    Kupang, Flobamora.net - Walikota Kupang, Jonas Salean  meminta masyarakat Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mewaspadai isu tentang orang potong kepala yang sering disingkat OPK.

     

    “Ini adalah isu yang dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan membuat resah masyarakat. Bisa jadi ini dikembangkan oleh kelompok yang suka mencuri dan akan memanfaatkan kesempatan jika masyarakat lengah,’ kata Salean di Kupang, Minggu (2/11).

     

    Menurutnya, isu itu  tidak benar lantaran saat ini pihak kepolisian sudah melakukan langkah-langkah dengan menerjunkan intel untuk menyelidiki isu tersebut.

     

    Dia juga meminta masyarakat Kota Kupang untuk lebih waspada dan menghidupkan lagi kebiasaan ronda malam, guna menjaga berbagai kemungkinan di tengah merebaknya isu OPK.

     

    “Saya sudah membuat edaran kepada para camat dan lurah untuk menghidupkan lagi kebiasaan ronda malam untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat,” tandasnya.

     

    Sebagaimana diketahui, dalam tiga pekan terakhir ini, warga di kabupaten dan kota di daratan Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT), resah dengan isu tentang orang potong kepala atau sering disingkat OPK. Isu OPK yang muncul itu membuat para orangtua resah karena yang ditargetkan adalah anak kecil.

     

    Ibu Agustina warga Kelurahan Liliba mengatakan, dia mendapat informasi kalau OPK telah menculik sejumlah anak kecil untuk diambil organ tubuh mereka guna dijual sehingga dia pun takut dan terus mengawasi anaknya ketika bermain maupun ke sekolah.

    "Sejak mendengar informasi OPK yang katanya menculik anak, ini membuat saya setiap hari berusaha untuk antar dan jemput anak saat sekolah. Begitu juga saat anak-anak bermain. Saya takut terjadi sesuatu terhadap anak saya," ujar Agustina.

     

    isu OPK ini juga telah memakan korban, yakni delapan orang mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta yang hendak berwisata ke Pantai Oesaen di Desa Merbaun, Amarasi Barat. Para mahasiswa itu nyaris dihakimi warga karena dikira pelaku kejahatan.

    Para mahasiswa tersebut sempat dilempari batu serta puntung rokok dan rambut mereka juga dijambak. Selain itu, mobil yang mereka tumpangi juga dirusak warga. Beruntung, polisi dari Polres Kupang bertindak cepat sehingga mereka berhasil diselamatkan.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.