• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 19 Juli 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Pasokan Listrik, Kendala Pengembangan Pabrik Semen Kupang
    ALBERTO | Senin, 17 November 2014 | 12:39 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Pasokan
    Dirut Semen Kupang, Abdul Madjid Nampira

     

    Kupang, Flobamora.net - Minimnya pasokan listrik dari PLN menjadi kendala serius pengembangan Pabrik Semen Kupang. Bahkan, kebutuhan listrik 8 mega watt per hari, dalam tiga bulan belakangan hanya dilayani 2 Mega Watt.

     

    Direktur Utama PT Semen Kupang, Abdul Madjid Nampira dalam pertemuan dengan Menteri Perindustrian, Saleh Husin, Sabtu (15/11) lalu mengatakan, pihaknya berkeinginan untuk membangun sebuah unit pabrik baru yakni Pabrik Semen Kupang III untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah ini.

     

    “Saat ini Pabrik Semen Kupang baru bisa memunuhi kebutuhan semen masyarakat NTT sebesar 60 persen, sedangkan sisanya masih dipenuhi semen dari luar daerah seperti Tonasa, Bosowa dan Gresik,” katanya.

     

    Dia menjelaskan, total produksi Semen Kupang saat ini 0,45 persen dari total produksi nasional. Jumlah ini masih dibawah Semen Batu Raja, yang juga masih bernaung di bawah Kementerian BUMN.

     

    Dia memaparkan, Semen Kupang hanya mengandalkan unit pabrik II untuk memasok kebutuhan semen di Nusa Tenggara Timur kapasitas produksi 300 ribu ton per tahun.

     

    Dia mengakui, kehadiran Pabrik Semen Kupang pun mengalami pasang surut. Tahun 1984 – 1989 pabrik ini mengalami kerugian. Memasuki periode 1989 – 2008 diperhadapkan dengan  krisis moneter, listrik dan BBM ditambah dengan beban bunga bank, sehingga mengakibatkan defisit modal kerja.

     

    “Tahun 2007, pabrik ini sempat berhenti beroperasi. Berkat kegigihan manajemen dan Gubernur NTT, tahun 2009 dicapai kesepakatan kerja sama operasional dengan PT Sarana Agra Gemilang selama 10 tahun hingga 2021,” katanya.

     

    Kata dia, pihaknya  berencana pembangunan Pabrik Semen Kupang III yakan menelan dana Rp 2,5 triliun itu akan mempunyai pelabuhan sendiri. Hal ini untuk memudahkan proses distribusi.

     

    Rencana pemasarannya, kata Madjid akan mencakup Maluku, Papua, NTB, Timor Leste dan Australia. Ia pun memproyeksikan total kebutuhan untuk wilayah KTI hingga 2018 mencapai 5,8 juta ton per tahun. Jika ditambah Timor Leste maka bisa mencapai 5,8 juta ton. Peningkatannya rata-rata enam persen per tahun.

     

    Lebih lanjut, kata Madjid, pasar semen saat ini terbuka lebar. Tidak hanya di NTT, tapi bisa mencapai provinsi terdekat dan termasuk negara-negara tetangga. Selanjutnya, bahan baku semen pun tersedia di NTT.

     

    “Keuntungan lainnya adalah jarak pabrik dengan pelabuhan sangat dekat. Semen Tonasa itu jarak dengan pelabuhan 15 kilometer, kita hanya satu kilometer," ujarnya.

     

    Selain itu, terkait SDM, menurutnya sudah tersedia. Saat ini tenaga teknis cukup banyak, yakni dari lulusan SMK, politeknik dan universitas di NTT. "Sekarang saja di Pabrik Semen Kupang II, 90 persennya adalah anak-anak daerah, sisanya dari luar. Jadi kalau ada Pabrik Semen Kupang III maka ada penyerapan tenaga kerja," kata Madjid.***

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.