• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 21 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Diduga Ada Mafia Pengerjaan Jalan di Ende
    ALBERT R. | Rabu, 15 Januari 2014 | 14:21 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Diduga
    Pengerjaan Jalan di Ende

     
    Ende, Flobamora.net - Direktur PUSAM Indonesia Kasimirus Bhara Bheri mengatakan, pihaknya menduga proyek pengerjaan jalan negara khususnya di Km 17 jurusan Ende - Maumere terindikasi mafia.
     
    "Pengerjaan jalan tersebut yang dilaksanakan oleh Group PT Golden Agogo  sangat tidak profesional dan menyita banyak waktu. Hingga sekarang belum selesai," kata Bhara Bheri di Ende, Rabu (15/1).

    Dia menegaskan, pihak penegak hukum entah Kejaksaan atau Kepolisian maupun KPK  untuk segera turun memeriksa kontraktor Pelaksana PT Agogo Golden Group dengan Balai Satuan Kerja Wilayah IV Denpasar yang berada di Ende.

    Dia menengarai, kontraktor pelaksana tersebut tidak profesional dalam mengerjakan dan menyelesaikan jalan ini. Sepertinya dilakukan penunjukan langsung atau  menggoalkan kontraktor tersebut.

    "Kami menduga PT Agogo merupakan kontraktor andalan sehingga memenangkan tender  tersebut, padahal pengerjaan jalan selama ini tidak cukup profesional. Kami juga mempertanyakan sistem buka tutup jalan yang dibuat oleh PT Agogo dalam pengerjaan jalan terebut khsususnya di KM 17 hingga Km 19," paparnya.

    Kata dia, sudah cukup lama KM 17 belum selesai juga. Ini tandanya kontrakator kurang profesional. Apalagi sistem buka tutup jalan sangat menghambat para pengguna jalan.

    Dia menuturkan, penutupan jalan cukup lama dari 2 hingga 3 jam lamanya baru diijinkan lewat” kata Calon Legislatif Dapil 2 NTT ini. Karena itu, masyarakat pengguna jasa dirugikan.

    Dia mencontohkan, banyak warga yang ingin memasarkan hasil jualan ke Kota Ende, harus antre berlama-lama, sehingga bisa menimbulkan busuknya sejumlah hasil  pertanian. Dia mencontohkan seperti sayur-sayuran atau buah banyak yang rusak dan  menjadi busuk karena telalu lama tertahan di proyek jalan tersebut.

    “D itempat itu, cuma ada satu louder, 2 eksavator, bagaimana bisa selesai mengerjakan pekerjaan itu. Tidak profesional sama sekali,” sebutnya.
     
    Karena itu dia mendesak untuk segera memutuskan kontrak kerja sama dan menggantikan dengan kontrkator yang lain.Dia juga mendesak agar segera digantikan  dengan kontrkator lainnya karena dia menilai tidak ada progres dalam pengerjaan  jalan tersebut.

    Seperti disaksikan, tiap harinya terjadi antrean yang panjang di KM 17 hingga Km 19. Sistem buka tutup jalan terus dilaksanakan sejak dilakukan pelebaran jalan  tersebut.

    Hingga saat ini belum juga selesai pengerjaan jalan tersebut. Beberapa waktu lalu terjadi kecelakaan dan merenggut korban jiwa akibat dari proses pengerjaan jalan tersebut. Untuk itu warga masyarakat sebagai pengguna jasa mendesak agar secepatnya diselesaikan. *** (ARS)


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.