• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 17 Desember 2017

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Tentara-Polisi Bentrok di Batam, Ini Instruksi Presiden Jokowi
    ANA DEA | Kamis, 20 November 2014 | 12:38 WIB            #NASIONAL

    Tentara-Polisi
    Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat Kabinet di Istana Presiden di Jakarta, Senin (17/11/2014). Presiden mengatakan akan memotong subsidi BBM yang telah memakan 20 persen APBN, danmengalihkan uang subsidi untuk memperbaiki infrastruktur dan program-program membantu rakyat miskin. AFP PHOTO / PRESIDEN PALACE / Laily

     

    JAKARTA, FLOBAMORA.NET - Presiden Joko Widodo sudah mendapatkan laporan soal bentrok antara tentara dan polisi di Batam dari Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno. Jokowi memerintahkan agar kedua institusi memberikan solusi konkret yang bersifat permanen pada 2-3 hari mendatang.

     

    "Presiden meminta solusi permanennya seperti apa. Ini lagi menunggu cek di lapangan apa yang terjadi kenapa para prajurit TNI, Polri mudah untuk panas. Sedang diminta data lapangan," kata Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2014).

     

    Andi menuturkan, sejak Rabu malam hingga Kamis pukul 02.00 WIB, Presiden terus memantau perkembangan situasi di Batam. Jokowi mendapat laporan dari Tedjo, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dan Wakil Gubernur Riau Suryo.

     

    "Presiden lalu memerintahkan KSAD untuk segera ke Batam didampingi Pangdam. Presiden juga langsung telepon dengan Pak Suryo yang berusaha memediasi dan memberikan dukungan," kata dia.

     

    Andi menyatakan bahwa Presiden meminta solusi konkret. (baca: Menko Polhukam: Mereka Tidak Mengindahkan Perintah Atasan lalu Bongkar Gudang Senjata).

     

    "Solusi yang selama ini diterapkan bersifat sekadar, tapi belum masuk akar masalah. Setelah (bentrokan) Sumatera Utara, Batam, Presiden melalui Menkopolhukam betul-betul meminta dicari solusi permanen dalam waktu 2-3 hari ini," ucap Andi.

     

    Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Fuad Basya menyebutkan bahwa baku tembak antara TNI dan polisi itu terjadi akibat adu pandang empat personel TNI Yonif 134 Tuah Sakti dan dua personel Brimob Polda Kepulauan Riau pada Rabu pagi.

     

    Pada Rabu siang, sejumlah pemuda tegap, berpakaian bebas, dan berambut cepak datang ke Mako Brimob dan melakukan perusakan barak. Sesudah insiden perusakan itu, Komandan Resor Militer dan Komandan Distrik Militer Batam mendatangi Mako Brimob Polda Kepulauan Riau untuk memerintahkan para prajurit TNI kembali ke barak.

     

    Namun, kata Fuad, terjadi aksi provokatif dari oknum Brimob yang menyulut amarah personel TNI. Aksi saling balas lepas tembakan pun terjadi. Jarak antara kedua markas kesatuan itu tak lebih dari 500 meter.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     
     
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2017 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.