• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 17 November 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    FER Tuntut Hukuman Mati bagi Pembunuh Azhari
    LEX | Kamis, 27 November 2014 | 15:12 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    FER
    Aksi FER di Kejasaan Negeri Ende

     

    Ende, Flobamora.net - Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Ende Rembuk (FER) mendesak kepolisian dan jaksaan memberikan hukuman mati atau hukuman seumur hidup kepada para pelaku pembunuhan Azhari Bin Ahmad Langga,. Mereka berkeyakinan pembunuhan tersebut sudah direncanakan sebelumnya.

     

    Desakan tersebut disampaikan FER , saat menggelar aksi unjuk rasa  ke Mapolres dan Kejaksaan Negeri Ende, Kamis (27/11).

     

    Forum yang  terdiri dari keluarga korban dan simpatisan, mendesak  kedua instansi penegak hukum tersebut menghukum para pelaku setimpal dengan perbuatan mereka.

     

    Dalam tuntutan yang dibacakan dan disampaikan Ketua FER , Mochdar Wanda, disampaikan beberapa poin antara lain, pelaku dan kawan-kawannya harus dihukum seberat-beratnya , dengan hukuman minimal seumur hidup dan maksimal hukuman mati sehingga bisa memberi efek jera bagi pelaku dan masyarakat lainnya.

     

    “Kejaksaan dan kepolisian mesti melakukan sweeping terhadap daerah yang dianggap rawan terutama bagi etnis yang suka membawa senjata tajam tanpa alasan yang jelas, menertibakan para penjual miras dan segera melakukan calling down sehingga bisa meredam agar tidak terjadi konflik horisontal diantara etnis,” katanya di hadapan Kapolres Ende, Johanes Bangun.

     

    Mereka berjanji, jika tuntutan tidak ditanggapi FER akan turun tangan melakukan sweeping sendiri terhadap etnis tertentu yang dianggap mengganggu keamanan dan kenyamanan Kota Ende.

     

    Kapolres Ende Johanes Bangun, kepada  para pengunjuik rasa menyatakan, FER  menyerahkan sepenuhnya penanganannya kepada pihak kepoiisian, Dia berjanji akan menanggapi apa yang menjadi tuntutan forum ini.

     

    Setelah melakukan aksi di Mapolres Ende, massa FER bertolak menuju kejaksaan negeri setempat dengan tuntutan yang sama. Di Kejaksaan Negeri Ende  mereka diterima Kejari, Ery A Harahap.

     

    Untuk diketahui, Ashari Alamsyah Langga warga Lorong Ganyo, Kelurahan Kelimutu, Kecamatan Ende Tengah , Sabtu (15/11) tewas setelah dikeroyok empat pemuda.

     

    Langga tewas setelah mendapat tikaman di bahu sebelah kiri oleh DN salah seorang pelaku. Korban akhirnya  menghembuskan nafas terakhir setelah dilarikan ke RSUD Ende.

     

    Berawal dari persoalan sepele, dimana sekitar pukul 21.00 wita, korban yang mengendarai sepeda motor berpapasan dengan KN di Lorong Ganyo. Saat melintas, korban menegur KN karena mengendarai sepeda motor tanpa lampu. Teguran ini tidak diterima baik KN.

     

    Kemudian terjadi pertengkaran antara keduanya dan berlanjut dengan aksi perkelahian sekitar pukul 22.00 wita.K orban dikeroyok DN, KN, PAM dan MRN.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.