• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 18 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Embung Guriola Sudah Bisa Dimanfaatkan
    ALBERTO | Kamis, 04 Desember 2014 | 12:35 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Embung
    Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Charisal A.Manu

     

    Kupang, Flobamora.net - Proses pembangunan Embung Guriola yang sempat ditolak masyarakat Kabupaten Sabu Raijua sudah hampir rampung dan sudah bisa dimanfaatkan lantaran pembangunan fisiknya sudah sekitar 95 persen.

     

    “Sisa pekerjaaan adalah hanya spillway dan sudah bisa menampung air hujan sekarang, sehingga pada akhir Desember  2014 dimanfaatkan untuk air baku dan pengairan ladang milik masyarakat setempat,” kata Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Charisal A.Manu kepada wartawan di Kupang, Kamis (4/12).

     

    Dia menjelaskan, untuk air minum pihaknya sudah menyiapkan delapan buah bak penampung demi membantu masyarakat setempat, sedangkan untuk sawah masih harus menunggu kapasitas tampung air hujan, sementara pipa untuk areal persawahan juga sudah ada.

     

    Menurutnya, embung yang dibangun Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II itu selain berfungsi sebagai penampung air baku atau konsumsi bagi masyarakat di kabupaten itu tetapi juga untuk irigasi. Hal ini untuk mengatasi krisis air berkepanjangan yang dialami masyarakat setempat.

     

    “Luas embung tersebut sembilan hektar dengan volume 321.000 meter kubik. Ini adalah embung terbesar di Sabu Raijua di samping beberapa embung kecil yang sudah dibangun sebelumnya,” ujarnya.

     

    Menjawab wartawan tentang rencana pembangunan embung di NTT  guna mengantisipasi masalah kekurangan air baku, Manu mengatakan, tahun 2015 mendatang, pihaknya akan membangun sekitar 100 buah embung di daerah ini.

     

    Kata dia, 100 buah embung itu dibangun di seluruh wilayah NTT minus Kota Kupang, yang saat ini sedang menunggu pembangunan Waduk Kolhua.

     

    “Nantinya, tiap kabupaten akan dibangun tiga sampai lima embung. Ini juga merupakan wujud perhatian dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam mengatasi krisis air di NTT yang terjadi setiap tahun,” paparnya.***     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.