• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 18 Januari 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    PLN Mengapresiasi Informasi Dua Pendeta
    ALBERTO | Kamis, 04 Desember 2014 | 19:25 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    PLN
    Ilustrasi

     

    Kupang, Flobamora.net - Manajer PLN Area Kupang, Nusa Tenggara Timur, Hitler Togatorop, menyampaikan apresiasi dan terima kasih menanggapi informasi dari dua pendeta, menyusul terjadinya pemadaman listrik di Amarasi  Timur, Rabu (3/12) kemarin.

     

    PLN memang membutuhkan dukungan dari masyarakat berkaitan dengan panjangnya bentangan jaringan listrik, baik jaringan tegangan menengah (JTM), jaringan tegangan rendah (JTR) dan sambungan rumah (SR),” kata Togatorop di Kupang, Kamis (4/12).

     

    Dia menuturkan, dukungan itu cukup menginformasikan apa saja yang warga temui yang menimpa seluruh instalasi PLN, baik kabel, gardu, traffo, atau tiang, dan menginformasikan akurat lokasinya.

     

    Menurut dia, berdasarkan info dari warga, petugas pelayanan teknik PLN akan mudah menemukan sumber masalah. Dengan demikian pekerjaan pemulihan kembali akan lebih cepat, dan listrik pun akan lebih cepat nyala.

     

    “Atas nama manajemen PLN Wilayah NTT, Area Kupang, Rayon Oesao, kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang sudah peduli dan membantu PLN, khususnya terima kasih kepada kedua ibu pendeta yang bertugas di Pakubaun, Amarasi Timur, dekat dengan lokasi kejadian,” ujar Togatorop.

     

    Sebagaimana diketahui, hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon Kemiri berukuran cukup besar tumbang di daerah Binoni,  Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang dan menimpa jaringan tegangan menengah (JTM).

     

    Kejadian pada Selasa (2/12) sekitar jam 13.30 wita itu mengakibatkan JTM putus sepanjang  sembilan gawang, sekitar 450 meter. Petugas PLN  Rayon Oesao bekerja keras dan berhasil memulihkan kembali listrik pada Rabu (3/12) jam 18.30 Wita.

     

    Manajer PLN Area Kupang, Hitler Togatorop dan Manajer PLN Rayon Oesao, I Made Arya  Sukadana, membenarkan  pohon yang tumbang memberi kerusakan pada sembilan gawang.

     

    Dari sembilan tiang JTM yang tumbang, satu tiang yang mengalami kerusakan paling parah. Delapan tiang lainnya roboh dan hanya mengalami kerusakan pada asesorinya, berupa kawat putus, traves patah dan isolator yang pecah.

     

    Hasil pengecekan petugas gangguan ke lokasi untuk mendata material ditemukan, bahwa konduktor fase “T” lepas,  T Wire fase S dan T lepas, guy wire lepas, tiang miring, T wire fase S lepas, Isolator fas R patah, konduktor lepas travers miring konduktor lepas, tiang bengkok 90 derajat, travers bengkok, isolator patah, konduktor fase S dan T putus kena pohon yang tumbang.

     

    Petugas PLN Oesao memobilisasi material pengganti menuju lokasi sekitar   jam 16.00 wita. Pekerjaan di tengah cuaca kurang bersahabat dimulai dengan mencabut tiang yang bengkok dan mendirikan tiang, memasang travers dan isolator, serta menaikkan kabel yang tidak putus.

     

    Sebagaimana diketahui, padamnya listrik di wilayah itu disampaikan Pendeta Vandra Manafe dari Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Jemaat Pniel, Koka-Pakubaun, Amarasi Timur, dan  Pendeta Nita Foeh-Toelle dari Jemaat GMIT Maranatha, Noehaen, Pakubaun, Amarasi Timur, menginformasikan listrik di daerahnya padam melalui media sosial facebook.

     

    Laporan via facebook itu kemudian dikonfirmasikan ke PLN Rayon Oesao yang membenarkan kasus tersebut.

     

    Menurut Pendeta Vandra Manafe, listrik padam sekitar jam 13.00 Wita Selasa (2/12). Saat itu, dia dalam perjalanan dari  Oesao hendak ke tempat tugasnya di Koka, Pakubaun.

     

    Saat itu hujan turun sangat deras disertai angin kencang, yang memaksanya berteduh meskipun sudah memakai jas hujan. Melewati daerah Binoni ada pohon Kemiri besar tumbang menimpa kabel JTM, rusaknya parah sampai kabel dua dari tiga kable JTM putus. Kejadian itu diikuti dengan listrik padam.

     

    “Saya takut melihat kabel putus di tanah masih ada strom. Saya tidak berani lewat, tetapi melihat warga yang jalan tanpa alas kaki  aman-aman saja. Puji Tuhan, kami bersyukur tidak ada korban dari kejadian ini,” jelas Pendeta Vandra.

     

    Pendeta Nita Foeh-Toelle, yang ponselnya mati karena habis baterai meminjam ponsel jemaatnya juga menginformasikan listrik baru nyala jam 18.30 wita. “Terima kasih PLN, listriknya sudah nyala,” jelas Pendeta Nita via pesan pendek.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.