• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 24 September 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Honing Sanny Tawarkan Mediator Tiga Uskup
    ALBERTO | Jumat, 05 Desember 2014 | 12:32 WIB            #NASIONAL

    Honing
    Anggota DPR RI, Honing Sanny

     

    Kupang, Flobamora.net - Sidang kedua Gugatan Honing Sani terhadap Andreas Hugo Pareira yang berlangsung di PN Jakarta Selatan, Kamis (4/11/2014) belum memberikan arah yang pasti.

     

    Karena itu Honing menawarkan mediator di luar persidangan yakni Frans Lebu Raya dan tiga uskup di Flores.

     

    Siaran pers yang dikirim penasehat Hukum Honing Sani kepada wartawan di Kupang, Kamis (4/12/2014) malam menguraikan, Sidang kedua gugatan Honing vs Andreas Hugo Pareira dan beberapa pihak lainnya dibuka kembali oleh Majelis hakim yang dipimpin Handri Anik Efendi.  

     

    Penggugat Honing hadir didampingi pengacaranya Petrus Bala Pattyona, sedang Andreas Hugo Pareira tidak hadir dan hanya diwakili pengacaranya Kornelis Kopong, cs.

     

    Agenda sidang memasuki mediasi, tetapi KPU sebagai turut tergugat tidak hadir dalam persidangan tersebut. Diluar dugaan, ada sejumlah masyarakat Lembata dibawah Koordinasi Herman Kia Keraf di Lewoleba menunjuk pengacara Jou Hasyim Waimahing sebagai penggugat intervensi yang membela kepentingan Honing, karena sebagai pemilih Honing dari Lembata, mereka berkeberatan kalau pilihan mereka dalam pemilihan legislatif lalu itu dipecat oleh PDI Perjuangan.

     

    Perdebatan selama sidang cukup memanas soal apakah mengikuti hukum acara perdata dengan melalui mediasi dan hadirnya penggugat intervensi dari Lembata.

     

    Untuk mediasi, Honing mengusulkan agar memakai mediator yang bukan dari pengadilan tetapi di luar pengadilan  sehingga nama-nama yang diusulkannya adalah Frans Lebu Raya selaku Ketua DPD PDI Perjuangan NTT dan Gubernur NTT yang telah melakukan mediasi namun belum berhasil.

     

    Selain Frans Lebu Raya, Honing juga mengusulkan tiga Uskup dari Flores untuk menjadi mediator yakni Mgr. Frans Kopong Kung, Uskup Larantuka,  Mgr. Chaerubin Pareira, uskup Maumere dan Mgr. Vinsentius Sensi Pota Kota, Uskup Agung Ende.

     

    Perdebatan dalam sidang cukup panas karena sikap Majelis Hakim tetap mengabaikan mediasi dan ingin bersidang dengan waktu yang singkat tapi mengabaikan hukum acara.

     

    Sebelum menutup sidang, Hakim menyatakan untuk sidang berikutnya akan dilaksanakan tanggal 9 Desember 2014 dengan agenda para tergugat atau Andras Hugo Pareira dan PDI Perjuangan dan juga penggugat Honing Sani menyampaikan tanggapan sehubungan dengan gugatan intervensi dari pemilih fanatik Honing di Lembata.

     

    Petrus menjelaskan, sidang kedua ini dilangsungkan di Ruangan Sidang Utama PN Jakarta Selatan, karena ruangan itu bisa menampung para pendukung Honing yang datang dalam jumlah yang banyak.*** 


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.