• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 21 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Cabuli 22 Siswi, Kepsek Divonis Enam Tahun Penjara
    VICKY DA GOMEZ | Senin, 08 Desember 2014 | 19:12 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Cabuli
    Kristoforus Mboko saat mengikuti sidang di PN Maumere

     

    Maumere, Flobamora.net - Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Nita di Nirangkliung Kabupaten Sikka Kristoforus Mboko divonis enam tahun penjara, setelah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pencabulan terhadap 22 siswi pada sekolah itu.

     

    Putusan majelis hakim ini dibacakan pada sidang perkara di Pengadilan Negeri Maumere, Senin (8/12).

               

    Sidang putusan yang dipimpin Hakim Ketua Budi Aryono dihadiri juga sejumlah guru dan orang tua korban. Beberapa staf Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TruK-F) ikut menyaksikan jalannya persidangan. Puluhan aparat kepolisian dari Polres Sikka tampak berjaga-jaga sejak pagi hari.

               

    Kristoforus terbukti melanggar  Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dia melakukan pencabulan dengan alibi memeriksa keperawanan para siswi yang rata-rata berumur di bawah 18 tahun.

     

    Para korban yang juga menjadi saksi dalam seluruh perkara ini, dipanggil satu per satu ke rumah dinas yang dia tempati di samping sekolah. Kristo meminta korban membuka seluruh pakaian kemudian memasukkan jarinya ke dalam alat kelamin korban.

               

    Selain dituntut enam tahun kurungan badan, Kristo juga didenda Rp 100 juta. Apabila denda ini tidak bisa dibayar, majelis hakim memberikan subsider hukuman se;lama tiga bulan. Dia juga diminta membayar biaya perkara sebesar Rp 2.000,-.

               

    Terhadap putusan ini, Kristo langsung menanggapi dengan menerima seluruh keputusan majelis hakim. “Majelis Hakim yang terhormat, saya sudah bersalah, dan saya juga sudah meminta maaf kepada korban dan orang tua korban. Karena itu saya menerima semua putusan ini,” ujarnya menjawab pertanyaan Budi Aryono.

               

    Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Maumere menyatakan masih berpikir-pikir tentang putusan majelis hakim. Sebelumnya jaksa penuntut umum menuntut Kristo Mboko dihukum tujuh tahun penjara.

     

    Sementara sebagian besar orang tua korban mengaku kecewa dengan putusan majelis hakim. Mereka malah berharap Kristo Mboko dihukum seberat-beratnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.