• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 21 September 2018

     

     
    Home   »  Gaya Hidup
     
    Pertolongan Pertama pada Serangan Jantung
    ANA DEA | Kamis, 18 Desember 2014 | 11:36 WIB            #GAYA HIDUP

    Pertolongan
    Ilustrasi

     
    FLOBAMORA.NET - Serangan jantung di dunia kedokteran dikenal dengan istilah Sindrom Koroner Akut (SKA). Ini terjadi akibat adanya pembuluh darah koroner yang mengalami sumbatan. Sumbatannya bisa bersifat parsial atau pun total.

    Keluhan khas SKA
    - Nyeri dada yang sifatnya terasa berat atau seperti tertimpa beban berat.
    - Nyeri yang menjalar ke bahu, leher, atau lengan.
    - Disertai dengan pusing berputar, berkeringat dingin, atau mual.
    - Disertai sesak napas.

    Pertolongan pertama
    1. Jika pasien sadar, posisikan pasien pada posisi beristirahat yang paling nyaman. Jika pasien memiliki obat-obatan untuk problem jantung koroner dan masih dapat menelan, bantu pasien untuk mengonsumsinya. Kemudian, segera bawa pasien ke rumah sakit terdekat atau hubungi layanan gawat darurat.

    2. Jika pasien menjadi tidak sadar setelah mengeluh nyeri dada, baringkan pasien di tempat yang datar dan aman. Segera hubungi layanan gawat darurat atau bawa segera pasien ke rumah sakit.

    3. Jika Anda terlatih melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD), setelah memastikan pasien tidak sadar dan memanggil bantuan dengan menghubungi layanan gawat darurat, Anda dapat melakukan Resusistasi Jantung Paru (RJP) atau pun menggunakan AED (Automated External Defibrillator) pada pasien.

    Data menunjukkan, tertundanya RJP dan pemberian defibrilasi dini pada pasien dengan sindrom koroner akut yang sudah tidak sadar, akan meningkatkan risiko kematian.

    Sebelum membawa pasien ke IGD, lakukan langkah pertolongan yang sudah dijelaskan, berikan rasa nyaman pada pasien dan pastikan pasien tidak ditinggalkan sendirian.

    Mencegah SKA:
    - Gaya hidup sehat
    Menerapkan gaya hidup sedat dengan makanan bergizi seimbang dan aktivitas fisik yang teratur.

    - Deteksi dini
    Melakukan deteksi dini terhadap faktor risiko sindrom koroner akut, yaitu diabetes, kolesterol tinggi, dan hipertensi melalui medical check up secara berkala yang dilanjutkan dengan upaya mengendalikannya melalui perubahan gaya hidup maupun penggunaan obat-obatan sesuai dengan anjuran dokter.

    - Berhenti merokok
    Perokok memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami sindrom koroner akut. Data penelitian menunjukkan, angka kejadian serangan jantung meningkat 6 kali lipat pada wanita dan 3 kali lipat pada pria yang merokok 20 batang perhari, bila dibandingkan dengan subjek yang tidak merokok.

    Berhenti merokok juga telah terbukti memperbaiki hasil akhir dari pasien yang mengalami sindrom koroner akut, baik terkait kematian maupun terjadinya serangan ulangan.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.