• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 18 Juli 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Satpol PP Ungkap Perusahaan Tanpa Izin di Maumere
    VICKY DA GOMEZ | Senin, 29 Desember 2014 | 14:16 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Satpol
    Kasat Pol PP Kabupaten Sikka Adeodatus Buang da Cunha

     

    Maumere, Flobamora.net - Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sikka berhasi mengungkap sebuah perusahaan yang beraktivitas tanpa izin. Perusahaan yang sudah bergerak kurang lebih satu tahun itu terletak di Jalan Don Juan Kelurahan Wailiti. 

               

    Perusahaan tanpa izin ini bernama PT Hamparan Rezeki, dan memproduksi profil tank berbagai ukuran serta kasus dan spring bed berbagai ukuran. Seluruh manajemen perusahaan ini langsung di Surabaya dengan Direktur bernama Jerry. Sementara di Wailiti Maumere, dibuka sebuah kantor yang dikelola oleh seorang perempuan.

               

    Pada Rabu (24/12), Kasat Pol PP Kabupaten Sikka Adeodatus Buang da Cunha langsung turun ke lokasi perusahaan. Ikut dalam upaya pengungkapan ini yakni Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sikka Kensius Didimus bersama salah satu stafnbta, Yance Padeng, dan Camat Alok Barat, Laurensius.

               

    Saat itu di perusahaan tidak ada aktivitas sehubungan dengan hari libur Natal dan Tahun Baru. Sebanyak lima orang karyawan perusahaan yang semuanya berasal dari Surabaya lebih sibuk menonton televisi. Kantor perusahaan ditutup, dan perempuan yang mengelola perusahaan itu pun tidak masuk kantor.

               

    Di halaman depan perusahaan ini terlihat sejumlah profil tank yang sudah selesai dikerjakan. Di bagian lainnya terdapat sejumlah kasur dan spring bed yang sudah siap dilempar ke pasaran.

               

    Handoyo, penjaga perusahaan mengakui pimpinan perusahaan berada di Surabaya. Selama satu tahun ini pengelola perusahaan adalah seorang perempuan asli orang Maumere. Handoyo mencoba mengontak perempuan pengelola perusahaan, namun telepon selular si pengelola sedang tidak aktif.

               

    Kepada Adeodatus Buang da Cunha dan Kensius Didimus, Handoyo tidak mampu memperlihatkan administrasi berkaitan dengan izin sebuah perusahaan. Dia pun mengaku bahwa selama ini PT Hamparan Rezeki beraktivitas tanpa izin.

               

    Menyikapi ini, Adeodatus Buang da Cunha dan Kensius Didimus meminta agar aktifitas perusahaan ini dihentikan sementara sampai dengan terbitnya izin.

     

    Kensius Didimus pun menyampaikan agar manajemen perusahaan segera mengurus perizinan.

               

    Menurut Kensius Didimus, perusahaan ini bernilai positif karena memproduksi berbagai kebutuhan masyarakat seperti profil tank dan kasur serta spring bed. Apalagi kehadiran perusahaan ini setidaknya bisa merekrut tenaga kerja. Meski demikian, lanjutnya, mestinya perusahaan ini memiliki izin.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.