• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 21 Januari 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Apakah Cuaca Jadi Penyebab AirAsia Jatuh atau Ada yang Lain?
    ANA DEA | Jumat, 02 Januari 2015 | 09:23 WIB            #NASIONAL

    Apakah
    Ilustrasi

     

    JAKARTA - Dugaan-dugaan, analisa-analisa dari para pakar dan ahli penerbangan bersliweran menebak penyebab AirAsia QZ8501 jatuh di kawasan Selat Karimata. Ada yang menyebut faktor cuaca, ada juga karena hal lain.

    Menurut Direktur Safety dan Standard AirNav Indonesia, Wisnu Darjono tak perlu menduga-duga atau menebak penyebab AirAsia. Semua mesti menunggu penyelidikan Komite Keselamatan Nasional Transportasi (KNKT).

    Menurut dia, kalau disebut faktor cuaca bisa dibantah. Jalur 32 ribu kaki itu jalur internasional dan biasa dipakai. Sebelum terbang, pilot juga tahu kondisi di jalur itu.

    "Jadi gini, sebelum memulai penerbangan pilot in command harus familiar dengan jalur itu. Termasuk cuaca. Jadi pilot familiar dengan cuaca," urai Wisnu, Jumat (2/1/2015).

    Pengaturan jadwal penerbangan sudah daiatur sejak semalam atau sehari sebelumnya. Jadwal yang molor dari pukul 05.20 WIB menjadi 05.36 WIB, itu pun disebut Wisnu masih normal, dihitung mulai dari penumpang berangkat ke landasan dan naik, star engine dan kemudian take off.

    "Kalau soal cuaca, itu tidak akan tiba-tiba. Sudah kelihatan dari prediksi BMKG," urai dia.

    Kemudian Wisnu juga menepis bila pilot tak tahu cuaca karena di pesawat itu ada radar cuaca. "Radar cuaca di pesawat bisa menjangkau 200 mile ke depan," tegasnya.

     

    Kemudian, menurutnya, ketika menghadapi awan cumulonimbus pun banyak pilot yang meminta menyimpang menghindari dan ini hal biasa. Para pilot biasa menghindari dengan menyimpang ke kiri atau ke kanan.

    "Saat itu pilot meminta menyimpang ke kiri, dan segera diberikan izin. Dan ini normal, biasa ketika menghadapi awan cumulo," jelasnya.

    Dia menegaskan, sampai detik ini belum ada yang tahu karena apa kecelakaan terjadi. Semua menebak-nebak, karena cuaca atau karena apa.

    "Ada radar cuaca di pesawat dan data cuaca diberikan BMKG, atau AirAsia berlangganan dari tempat lain. Jadi soal cuaca sudah tahu prakiraan di jalur itu," tutup dia.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.