• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 19 September 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    30 Orang Yahudi Selamat dari Penyanderaan karena Sembunyi di Ruang Pendingin
    ANA DEA | Sabtu, 10 Januari 2015 | 12:28 WIB            #INTERNASIONAL

    30
    Petugas polisi Perancis bersiap di luar sebuah toko makanan Yahudi di Paris yang diduduki seorang pria bersenjata, Jumat (9/1/2015). ERIC FEFERBERG / AFP

     
    PARIS - Sejumlah pengunjung yang ketakutan dalam penyanderaan di sebuah supermarket khusus untuk komunitas Yahudi di Paris, Perancis, Jumat (9/1/2015), selamat karena bersembunyi di sebuah ruang pendingin (cold storage) yang membekukan selama lima jam.

    Begitu mendengar suara tembakan di lantai di atas mereka, sekitar 30 orang Yahudi yang sedang membeli makanan halal untuk hari Sabat itu harus berpikir cepat agar selamat. Mereka lalu masuk ruang pendingin itu dan meringkuk dalam suhu minus tiga derajat sambil berdoa para teroris yang menyerbu toko itu tidak menemukan mereka.

    Salah seorang pengunjung itu adalah Johan Dorre (36 tahun) yang punya anak usia empat tahun.  Pria itu dapat menelepon seorang teman lewat ponselnya untuk memberitahu bahwa mereka terjebak di lantai bawah tanah, dua lantai di bawah lantai dasar. Di lantai dasar enam sandera ditahan para teroris di bawah todongan senjata.

    Lalu saat  pengepungan berlangsung, ia menelepon pamannya. Sang paman kemudian memberikan kata-kata penghiburan ketika dia menunggu di balik garis polisi bersama ratusan warga kawasan itu yang cemas yang telah dievakuasi dari rumah mereka oleh polisi.

    "Johan dan orang-orang lainnya itu takut bahwa mereka akan ditemukan para teroris dan terpaksa meringkuk bersama-sama seperti binatang yang ketakutan demi mencegah hipotermia," kata pamannya yang lain, Jacob Katorza, kepada Daily Mail, beberapa menit setelah mendengar bahwa keponakannya itu telah dibebaskan tanpa cedera.

    "Dia tengah berbelanja kue halal dan daging yang kami orang-orang Yahudi bisa nikmati pada hari suci saat dia mendengar suara tembakan di lantai dasar di atas dirinya dan segera bersembunyi bersama para pembeli lain di ruang bawah tanah. Johan berbicara dengan saudara saya Haim melalui telepon hanya dua atau tiga menit dan menyuruhnya untuk tetap tenang dan menunggu sampai bantuan datang. Kemudian kami hanya berdiri di belakang garis penghalang polisi selama lima jam dan menunggu kabar. Itu merupakan lima jam terpanjang yang mengerikan dalam hidup saya."

    "Kita tahu orang-orang ini monster dan tidak akan ragu-ragu untuk membunuh orang Yahudi. Mereka menyasar supermarket itu karena toko itu dikelola orang-orang Yahudi. Untungnya, dia tidak bersama anaknya ketika hal ini terjadi."

    Air mata lega memenuhi mata Katorza saat dia mengenang drama itu. Di samping, di garis penghalang polisi, berdiri seorang tua yang anaknya juga telah meringkuk di ruang pendingin itu. Orang tua itu juga menangis lega saat sejumlah teman mengatakan kepadanya bahwa anaknya selamat. "Tahun lalu, 7.000 orang Yahudi telah meninggalkan Perancis dan setelah tragedi ini akan ada ribuan lagi. Kami tidak aman lagi di Perancis. Tidak ada masa depan bagi orang-orang Yahudi di Perancis. Kami sudah selesai di Perancis."

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.