• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 15 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Industri Garam di NTT, Penuhi Kebutuhan 10 Persen Garam Industri Dalam Negeri
    ALBERTO | Jumat, 16 Januari 2015 | 12:35 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Industri
    Kadis Perindustrian dan Perdagangan NTT, Bruno Kupok

     

    Kupang, Flobamora.net - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bruno Kupok mengatakan, pengembangan industri garam di Nusa Tenggara Timur (NTT) segera teralisasi untuk memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan garam industri dalam negeri.

     

    “NTT merupakan lokasi yang cocok untuk dikembangkan sebagai basis industri garam industri, karena selama ini masih didominasi garam impor. NTT sangat cocok untuk garam industri,” kata Bruno di Kupang, Jumat (16/1).

     

    Selama ini, katanya, program pengembangan industri garam di NTT sulit dilakukan karena lahan yang dibutuhkan investor seluas 1000 hektar masih terkendala.

     

    ”Di Nagekeo ada 1000 hetar lahan yang diingini investor. Tetapi di lahan itu, ada 233 hektar yang menjadi milik rakyat yang harus dipisahkan. Maunya investor itu tidak dimasukkan tetapi berada di luar itu. Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Agraria agar dipisahkan, dan sudah disetujui dan tidak ada masalah,” paparnya.

     

    Dia juga meminta Bupati Nagekeo untuk menentukan lokasi yang pas. Dan negosiasi terakhir dengan Kementerian Agraria, katanya, sudah tidak ada masalah, tinggal menunggu proses penyediaan lahan nantinya akan terus dipantau.

     

    Menurutnya, jika sudah tuntas, kita minta investor segera merealisasikan pembangunan pabriknya. Selama ini ada kendala kita tidak bisa memproduksi garam padahal merupakan negara kelautan karena memang kualitas yang dinginkan untuk industri garam berbeda dengan garam industri yaitu dengan kandungan NHCL sebesar 97,4 persen. Berbeda dengan garam konsumsi yang hanya mengandung NHCL sebesar 94 persen.

     

    Di Kabupaten Kupang, katanya, ada persoalan lahan yang pelik, makanya harus dilakukan pendekatan melalui pemda karena kewenangan tidak ada di Kementerian Perindustrian.

     

    “Lahannya yang ada seluas 3.200 hektare masih menjadi Hak Guna Usaha (HGU) PT Panggung Guna Ganda Semesta sesuai skala ekonomi, tetapi masih menunggu keputusan Kementerian Agraria,” tambahnya.***

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.