• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 19 Februari 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Jelang Eksekusi Mati, Keamanan Nusakambangan Diperketat
    RISKY ALBERTO | Sabtu, 17 Januari 2015 | 21:22 WIB            #NASIONAL

    Jelang
    Ilustrasi

     

    Cilacap - Menjelang eksekusi mati atas lima terpidana mati kasus narkotika di Lembaga pemasyarakatan (LP) Besi, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pengamanan diperketat di dermaga penyeberangan menuju pulau itu.

     

    Pengetatan pengamanan terlihat di Dermaga Wijayapura, Cilacap yang merupakan dermaga penyeberangan dari Cilacap menuju pulau Nusakambangan.

     

    Berdasarkan pemantauan Sabtu (17/1), pengetatan pengamanan terlihat di pintu masuk Dermaga Wijayapura.

     

    Tampak sejumlah polisi dengan senjata laras panjang berada di tempat tersebut. Mereka melakukan pemeriksaan terhadap setiap orang yang akan masuk ke Pulau Nusakambangan, termasuk penduduk di pulau penjara itu.

     

    Sejumlah polisi juga terlihat menggunakan perahu karet berpatroli di sekitar perairan Segara Anakan.

     

    Aparat polisi lainnya membawa berbagai macam peralatan untuk dibawa masuk ke Nusakambangan.

     

    Beberapa mobil ambulans terlihat pula menuju ke pulau di sebelah selatan Jawa Tengah tersebut.

     

    Hancurkan Masa Depan Kami

    Sementara istri dari salah satu terpidana mati yang akan dieksekusi, Namaona Denis, 48, warga negara Nigeria, bernama Dewi Retno Atik, asal Indonesia, telah bertemu suaminya sebelum dieksekusi mati, Sabtu (17/01).

     

    Dia kembali berharap agar suaminya tidak dieksekusi mati. “Eksekusi telah menghancurkan masa depan kami. Suami saya tidak layak dihukum mati,” kata Dewi kepada wartawan di Dermaga Wijayapura, sambil terisak menangis.

     

    Penasihat hukum Denis, M Choirul Anam, mengatakan eksekusi terhadap Denis harus dihentikan, karena kami tengah melakukan proses hukum.Dia juga membawa tulisan tangan yang ditulis oleh Denis.

     

    Istri terpidana mati Namaona Denis, 48, Dewi Retno Atik meminta agar suaminya tidak dihukum mati.

     

    Dalam tulisan tersebut, Denis menyebutkan kalau dirinya hanyalah kurir dan bukan bandar narkoba.

     

    Sebelumnya, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengumumkan, akan mengeksekusi mati Marco Archer Cardoso Mareira (53, warga negara Brasil, Daniel Enemua (38, WN Nigeria,) Ang Kim Soei (62, Belanda), Namaona Dennis (48, Malawi) Tran Thi Bich Hanh (37, WN Vietnam) dan Rani Andriani atau Melisa Aprilia(WNI).

     

    Eksekusi akan dilakukan 18 Januari 2015 dini hari di Nusakambangan, kecuali eksekusi Tran Hanh yang akan dilakukan di Boyolali.***


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.