• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 26 September 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Enam Juta Orang Hadiri Misa Paus di Manila
    RISKY ALBERTO | Senin, 19 Januari 2015 | 14:41 WIB            #INTERNASIONAL

    Enam
    Paus Memeluk Glyzelle Palomar

     

    Manila - Paus Fransiskus  menarik  enam juta orang saat ia merayakan Misa di Manila, Filipina pada Minggu, hari terkahir perjalanannya ke Asia dimana ia memperjuangkan nasib kaum miskin.

     

    Warga Filipina yang mayoritas beragama Katolik, meskipun di bawah guyuran hujan mereka tetap antusias  menghadiri Misa tersebut sekaligus ingin melihat Paus karismatik berusia 78 tahun itu.

     

    Mengenakan jas hujan berwarna kuning, Paus Fransiskus melambaikan tangan dan tersenyum, yang disambut dengan sorak-sorai dari para hadirin dan  berhenti berulang-kali agar ia bisa menyapa umat dan mencium bayi-bayi yang menghadiri Misa tersebut di Rizal Park.

     

    Paus merasa kagum ketika dari atas panggung ia menyaksikan lautan manusia meskipun hujan mengguyur.

     

    “Saya tidak bisa memahami iman orang-orang sederhana,” kata Paus Fransiskus, menurut Uskup Agung Manila, Luis Antonio Kardinal Tagle, yang mendampingi Paus Fransiskus.

     

    Enam juta orang melihat Paus di Rizal Park dan di sepanjang rute dimana rombongan Paus lewat, demikian kepala badan perencanaan Manila, Francis Tolentino, kepada AFP, seraya menambahkan ini didasarkan pada perhitungan yang dilakukan oleh polisi.

     

    Kehadiran umat ini melampaui rekor dunia sebelumnya dimana lima juta orang berpartisipasi saat Paus Yohanes Paulus II merayakan Misa di tempat yang sama tahun 1995.

     

    Juru bicara Vatikan Federico Lombardi mengatakan jumlah umat yang menghadiri Misa pada Minggu bisa mencapai tujuh juta orang.

     

    “Anugerah Tuhan’

     

    Perla Ponce, 76, pensiunan perawat yang melakukan perjalanan ratusan kilometer dari rumahnya di Filipina selatan, mengatakan bahwa dia merasa “gembira”  melihat Paus dan berpartisipasi dalam Misa itu.

     

    “Anda tidak bisa menggambarkan perasaan. Ini seperti Anda telah bertemu Yesus Kristus sendiri,” kata Ponce, meski diguyur hujan kepada AFP.

     

    Dalam homilinya, Paus memuji warga Filipina atas penghormatan mereka.

     

    “Filipina adalah negara Katolik terbesar di Asia. Ini sendiri merupakan hadiah khusus dan berkat dari Tuhan,” kata Paus.

     

    “Tetapi juga sebuah panggilan. Orang Filipina dipanggil untuk menjadi misionaris yang luar biasa di Asia.”

     

    Dia juga berbicara menentang “kemiskinan, kebodohan dan korupsi”, tema yang telah difokuskan dia berulang kali selama kunjungan lima hari ke Filipina.

     

    Pertemuan Emosional

     

    Sebelum Misa, Paus telah bertemu emosional dengan mantan anak jalanan di sebuah acara di sebuah universitas Katolik.

     

    Glyzelle Palomar, 12 tahun diambil oleh sebuah lembaga karitatif Gereja, menangis saat ia bertanya bagaimana Tuhan bisa membiarkan anak-anak untuk turun ke dunia prostitusi dan kecanduan narkoba.

     

    Paus memeluk dia. “Dia adalah satu-satunya yang telah menempatkan sebuah pertanyaan yang tidak ada jawaban dan dia bahkan tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata lagi, tetapi menangis,” katanya kepada orang-orang berkumpul di sebuah universitas Katolik di Manila.

     

    Paus meminta umat yang hadir  untuk menunjukkan kepedulian yang tulus untuk masyarakat miskin dan terpinggirkan.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.