• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 18 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Daftar Tunggu Calon Jemaah Haji di Ende Hingga 11 Tahun ke Depan
    LEX | Kamis, 22 Januari 2015 | 19:12 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Daftar
    Kepala Kantor Kemenag Ende, Yoseph Nganggo (keduadari kiri) saat mengikuti rapat dengan pendapat dengan Komisi 1 DPRD Kabupaten Ende

     

    Ende, Flobamora.net - Animo umat muslim di Kabupaten  Ende untuk menunaikan Ibadah Haji cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan jumlah daftar tunggu yang sudah mencapai 560 orang.

     

    Kepala Kantor  Kementrian Agama Kabupaten Ende, Joseph Nganggo mengatakan ini,  Kamis (22/1) ketika dengar pendapat bersama Komsis I DPRD Ende.

     

    Nganggo mengatakan, sejak tahun 2012 jatah untuk para calon jemaah haji dibatasi hingga mencapai 20 persen. Hal ini terkait pembangunan Masjidil Haram yang terletak di Kota Mekah.

     

    “Kita prediksikan daftar tunggu sebanyak 560 orang ini untuk 11 tahun ke depan. Untuk sementara ssejak 2012 , kuota haji  dikurangi oleh Pemerintah Arab Saudi dan berlaku hingga 2016. Mudah-mudahan setelah tahun 2016 kuotanya bisa ditambahkan sehingga kita tidak perlu tunggu hingga 11 tahun,” ujarnya.

     

    Didampingi sejumlah stafnya dia menjelaskan, calon jemaah yang masuk daftar tunggu sekarang ini sudah lama terdaftar. Semua calon yang terdaftar menggunakan Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk.

     

    Hal ini , kata dia, untuk menjawab pertanyaan masyarakat yang diwakili para aktivis Mahasiswa Kelompok Cipayung,PMKRI dan HMI saat menggelar orasi beberapa waktu yang lalu. Mereka menengarai telah terjadi ’ mafia ‘ dalam pemberangkatan calon jemaah haji.

     

    “Kalau ada yang bilang Kemenag berangkatkan calon jemaah dari luar itu, hanya asumsi tanpa bukti. Karena yang terdaftar menggunakan KK dan KTP dan itupun diakomodir tidak otomatis. Karena yang memiliki KK dan KTP paling kurang enam bulan dan mereka itulah yang diberangkatkan setelah memenuhi persyaratan lainnya,” sebutnya.

     

    Dia menambahkan, sistem yang digunakan saat ini adalah on line, dimana ketika didaftarkan di Ende, maka Kantor Kementerian Agama langsung tahu.

     

    Sementara itu staf Kementrian Agama Kabupaten Ende yang mengurusi pemyelenggaraan haji, Ahad Husen menuturkan, pengurangan kuota 20 persen untuk seluruh dunia.”Tahun 2014 lalu, kita mendapat kuota 56 jemaah dan prediksi tahun 2015 ini sebanyak 76 orang,” ujar Ahad Husen.

     

    Dia juga menepis anggapan, seolah-olah ada calon jemaah dari daerah lain yang diberangkatkan tanpa melalui prosedur resmi, memperkuat apa yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende.

     

    Dia mengatakan, persyaratan utama yakni KK dan KTP serta sistem on line yang digunakan sudah jelas tidak ada ‘main mata’ dalam memberangkatkan calon jemaah haji.

     

    Dengar pendapat yang dilakukan dengan DPRD Ende untuk mendapatkan jawaban terkait dengan persoalan haji yang menjadi temuan PMKRI dan HMI.. Pertemuan itu dihadiri juga oleh pihak Dinas Kependudukan dan Pencataan Sipil, Bagian Kesra Setda Kabupaten Ende serta perwakilan mahasiswa dari Kelompok Cipayung.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.