• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 21 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    PT TOM Tidak Menggubris Imbauan Pemprov NTT
    ALBERT R. | Sabtu, 07 Desember 2013 | 10:52 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    PT
    dok/Flobamora.net

     
    Kupang,Flobamora.net  -- Pemerintah Provindsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  diminta untuk bertindak tegas terhadap  perusahaan budidaya mutiara  PT Timor Otsuki Mutiara (TOM), yang masih menghalangi masuknya kapal tongkang  batubara untuk kepentingan PLTU Bolok.

    “Kami tidak habis pikir, dengan cara apalagi perusahaan tersebut  diberitahu untuk menyingkirkan keramba mutiaranya dari area yang bukan miliknya. Namun, imbauan demi imbauan sepertinya tidak digubris,” kata  General Manajer PLN Wilayah NTT. Richard Safkaur  di Kupang, Sabtu (7/12).

    Menurutnya, Kapal TB Dharma 9 yang menarik Tongkang bermuatan batubara untuk kebutuhan PLTU Bolok,  memang sukses sandar di Jety PLTU Bolok, Jumat (6/12) pagi jam 08.15 wita. Tetapi, upaya itu sempat terhambat karena  tongkang batubara yang tiba di Pelabuhan Tenau sejak 22 November 2013  dihalangi akses alur pelayaran menuju Jety PLTU dengan rumah apung dan keramba mutiara persis di depan Jety.

    Kata dia, pihaknya juga sempat menanyakan kepada Kepala Badan Koordinas Penanaman Modal Daerah (BKPMD), Thobias Ully, sehubungan dengan masih adanya keramba mutiara tersebut, yang dijawab akan memanggil manajer usaha PT TOM.

    Dia menjelaskan, usai tongkang sandar di Jety PLTU Bolok, nakhoda TB Dharma 9, Iwan Susanto dan Deny  Abdulsalam, mengakui kesulitan menyandarkan tongkang ke dermaga. Ruang gerak kapal untuk  manuver terbatas karena belum semua keramba mutiara dibersihkan di depan Jety.

     “Kami meminta bantuan pemerintah agar membersihkan seluruh pelampung keramba mutiara di depan Jety PLTU Bolok. Hal itu untuk  menjamin kelancaran, keamanan, dan keselamatan pelayaran,” ujarnya.

    Sebelumnya, kata dia, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, dalam rapat koordinasi di ruang rapat Gubernur NTT,  Kamis (28/11) memerintahkan Kepala BKPMD NTT, berkoordinasi dengan instansi teknis memimpin pembersihan semua pelampung keramba mutiara PT TOM yang diapungkan di depan Jety PLTU Bolok.

    Gubernur, sambungnya,  juga meminta  PT TOM hanya sehari membersihkan sendiri semua keramba di depan PLTU Bolok, dan menarik ke titik koordinat sesuai perijinan. PT TOM kemudian meminta waktu lima hari. Ternyata meski sudah molor hingga satu minggu, PT TOM hanya menggeser sedikit rumah apung dan membersihkan tiga longline yang letaknya persis  di depan Jety.

    “Longline tersebut saat diangkut oleh petugas PT TOM ternyata hanya pelampung  kosong tanpa keramba mutiara. Sebagian besar pelampung mutiara di sisi utara dermaga masih  menutup alur pelayaran,’ papanya.

    PLN, tambahnya,  juga diminta untuk memasang alat bantu navigasi (rambu) sementara untuk menandai alur  pelayaran menuju Jety PLTU Bolok. Manajer UIP XI UPK 1, Leo Simatupang menjelaskan PLN sudah  menyiapkan alat bantu navigasi dan sudah berkoordinasi dengan Kantor Navigasi untuk menentukan  titik koordinat.

    “Namun pihak Navigasi mengalami kesulitan melakukan survei untuk menentuklan  titik koordinat, karena terhambat pelampung keramba mutiara yang masih bertebaran di depan Jety PLTU Bolok,” tuturnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.