• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 18 Juli 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Dua Kali Operasi Tidak Ditemukan Ikan Berformalin
    LEX | Kamis, 29 Januari 2015 | 17:09 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Dua
    Pengambilan sampel ikan di Pasar Mbongawani,Ende

     

    Ende, Flobamora.net - Menyingkapi marak beredarnya ikan berformalin dari Flores Timur, Pemerintah Kabupaten Ende melakukan razia sejumlah mobil pengangkut ikan dan di pasar-pasar yang ada di ibu kota kabupaten itu.

     

    Dalam operasi yang melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Balai Pos POM Ende dan Satuan Polisi Pamong Praja selama dua hari tidak ditemukan ikan yang mengandung formalin.

     

    Pantauan Flobamora.net, operasi yang digelar pada Rabu (28/1) malam di Terminal Roworeke sekitar pukul 20.30 a hingga 24.00 Wita hanya menjaring lima buah mobil pick up pengangkut ikan. Kelima mobil tersebut kemudian diarahkan memasuki Terminal Roworeke, disana diambil sampel dan diuji langsung di tempat oleh Balai Pos POM Ende, Dari total 18.400 kg ikan yang dimuat di kelima mobil semuanya negatif.

     

    Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Ende, Kornelis Wara, Kamis (29/1)  mengatakan, ikan-ikan yang diangkut kelima mobil tersebut berasal dari Flores Timur dengan rincian dua mobil pengangkut ikan menuju Manggarai, satu menuju Bajawa dan satu lagi dijual di Kota Ende.

     

    “Setelah dilakukan penelitian oleh Balai POM ternyata hasilnya negatf untuk kelima mobil . Umumnya mereka membawa ikan tembang (lamuru) untuk dijual, “katanya.

     

    Sementara itu pada hari kedua , Kamis (29/1) juga dilakukan pemeriksaan ikan yang diduga mengandung formalin. Kali ini tim memfokuskan pemeriksaan di Pasar Mbongawani. Dalam upaya melakukan pemeriksaan, diambil sampel ikan yang dijual.

     

    Dari 17 sampel ikan telah diambil dari penjual di pasar Mbongawani untuk diteliti antara lain 15 sampel ikan basah dan dua sampel ikan asin yakni Bawo dan Lure. Hasil yang diperoleh pun negatif.

     

    “Meski dua hari hasil pemeriksaannya negatif, kami  akan terus melakukan operasi dan waktunya tidak diumumkan, bisa dua hari, tiga hari atau satu minggu ke depan. Kami akan cari moment berikut yang tepat untuk terus melakukan operasi,” ujar Kornelis.

     

    Kepala Pos POM Ende, Thamrin Ismail mengatakan, hasil negatif yang diperoleh mungkin karena mata rantainya sudah terputus di Maumere setelah mereka mendapatkan puluhan ton ikan berformalin.”Mungkin sudah putus disana. Mereka sudah takut sehingga tidak lagi menggunakan formalin,” ujarnya.

     

    Dia mengatakan, koordinasi tetap dilanjutkan dengan pemangku kepentingan yang ada sehingga ke depan benar-benar masyarakat tidak ragu lagi mengkonsumsi ikan.

     

    Dia menyebutkan, untuk di Pasar Mbongawani, ikan yang diambil sampelnya adalah jenis ikan Layang, Barbara, Cumi, Lamuru dan Ikan Tongkol, namun ketika dilakukan pemeriksaan semuanya negatif.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.