• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 21 Mei 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Polres Sikka Didesak Tahan Pengusaha Roti Kaigi
    VICKY DA GOMEZ | Senin, 02 Februari 2015 | 22:18 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Polres
    Aksi demonstrasi TruK-F dan Jaringan

     

    Maumere, Flobamora.net - Sejumlah pastor, suster, frater, dan pemerhati hak azasi manusia di Kabupaten Sikka, Senin (2/2) turun ke jalan.

     

    Massa ini mendesak Kapolres Sikka, AKBP Budi Hermawan segera menangkap, menahan dan memroses DMT dan BS), pemilik Toko Roti Kaigi yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus perdagangan orang dan pencabulan terhadap 10 karyawan yang bekerja di perusahaan roti itu.

               

    Ratusan pendemo datang ke Markas Polres Sikka setelah terlebih dahulu melakukan long march kurang lebih 10 kilometer mengelilingi Kota Maumere. Aksi ini dimulai dari depan Sekretariat Divisi Perempuan Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TruK-F) Maumere di Jalan Ahmad Yani. Mereka membawa juga beberapa spanduk yang isinya adalah mengecam tindakan-tindakan perdagangan manusia dan pencabulan. Sepanjang jalan, mereka terus melakukan orasi berganti-ganti. 

               

    Sebelum bertemu Kapolres Sikka Budi Hermawan, beberapa peserta demo menggelar teatrikal di depan Mapolres Sikka. Teatrikal itu menggambarkan bagaimana perlakuan tersangka suami isteri itu kepada para karyawan, dan bagaimana respons kepolisian atas persoalan yang dilaporkan TruK-F.

     

    Tampak ada adegan pemeran tersangka yang memukul karyawan disertai kalimat-kalimat yang tidak pantas dan wajar. Juga ada adegan pemeran polisi yang menganggap kasus ini sebagai hal yang biasa-biasa saja.

               

    Kepada Kapolres Budi Hermawan, Suster Eustochia selaku Pimpinan TruK-F meminta agar polisi segera menangkap dan menahan RT dan BS. Dia beralasan kedua orang ini sudah ditetapkan sebagai tersangka tetapi polisi belum mengambil sikap tegas dengan melakukan penahanan.

     

    Malah, kedua tersangka sejak Minggu (1/2) sedang berada di SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan dalam upaya mempengaruhi orangtua dari 10 karyawan agar kasus ini tidak diproses secara hukum.

               

    “Kami minta Polres Sikka segera menangkap, menahan, dan memroses tersangka hari ini juga. Jika ini tidak dilakukan kami akan turun lagi dengan jumlah pendemo yang lebih banyak, dan kjami akan bersurat kepada Kapolda NTT untuk mengambilalih penanganan kasus ini. Tersangka atas nama Rianti pada 1 Februari 2014 berada di SoE dan berusaha mempengaruhi dan memanipulasi orangtua korban guna menyelematkan diri dari jeratan hukum,” jelas Suster Eustochia. 

               

    Kapolres Budi Hermawan menjelaskan, kasus ini sedang diproses hukum oleh penyidik Polres Sikka. Sejak Jumat (30/1), polisi telah menetapkan pasangan suami isteri itu sebagai tersangka, dan keduanya pun sudah diperiksa sebagai tersangka.

     

    Tersangka dijerat dengan tiga undang-undang yakni Undang-Unda Tenaga Kerja, Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Perdagsangan Orang.

               

    Berkaitan dengan desakan agar tersangka segera ditangkap dan ditahan, Budi Hermawan menjelaskan polisi masih terus akan bekerja dengan melakukan pemeriksaan atas saksi-saksi. Dia tidak memastikan kapan polisi akan menangkap dan menahan kedua tersangka, tetapi dia meyakinkan bahwa upaya tersebut pasti akan dilakukan.

               

    Sebagaimana diketahui, telah terjadi penyekapan, perdagangan orang dan kekerasan seksual terhadap 10 orang anak oleh pemilik Toko Roti Kaigi, di mana 9 orang di antaranya adalah anak di bawah umur. Kasus ini terungkap pada 12 Januari 2015, dan kemudian dilaporkan TruK-F ke Polres Sikka dalam dua laporan yakni perdagangan orang dan pencabulan.

     

    Selain Truk-F dan jaringan, aksi demonstrasi pada Senin (2/2) dilakukan juga oleh PMKRI Maumere. Mereka sempat bersitegang dengan aparat kepolisian, karena aksi PMKRI Maumere ini tanpa mengantongi surat izin dari Polres Sikka. Aksi ini pun menuntut agar polisi segera menahan kedua tersangka.* **

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.