• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 21 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Pedagang Keluhkan Larangan Penjualan Pakaian Bekas Impor
    ALBERTO | Selasa, 10 Februari 2015 | 08:39 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Pedagang
    Lapak penjualan pakaian bekas impor (Foto : Istimewa)

     

    Kupang, Flobamora.net - Surat edaran Kementerian Perdagangan beberapa waktu mengenai larangan penjualan pakaian bekas impor (baca: rombengan, red) dikeluhkan oleh para penjual. Pasalnya, larangan itu akan menghilangkan pendapatan mereka, karena menjual rombengan sudah menjadi lapangan pekerjaan.

     

    Wati, penjual rombengan di Pasar Kasih, Naikoten, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ditemui, Selasa (10/2) mengatakan larangan itu pasti akan berdampak pada penutupan belasan lapak rombengan di pasar itu. "Kalau pemerintah melarang siapkan modal untuk kami membuka usaha lain," ujarnya.

     

    Dia mengakui, sejak tahun 1986 berbisnis rombengan, namun belum ada komplain dari pembeli bahwa ada virus pada pakaian yang dijualnya. "Kalau ada virusnya, pasti virus itu sudah menyebar pada keluarga saya karena kami menggunakan pakaian-pakaian itu," ujarnya.

     

    Bibi Nur, penjual lainnya mengatakan, isu virus itu sudah ada sejak dulu. "Beta mau tanya, kenapa barang-barang tersebut bisa masuk. Lemahnya di mana, salahnya di mana," tegasnya.

     

    Dia berharap pemerintah meninjau kembali larangan itu dengan menyediakan alat pendeteksi. Jika ada virus langsung dimusnahkan. Jika tidak, biarlah pakaian bekas itu diimpor untuk mendukung perekonomian keluarga.

     

    Sebelumnya, Kepala Dinas Peridustrian dan Perdagangan Nusa Tenggara Timur (NTT), Bruno Kupok menyebutkan pakaian bekas impor mengandung bakteri yang bisa menyebabkan sakit kulit dan infeksi saluran kencing, sehingga warga diminta untuk waspada.

     

    "Kami sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk secepatnya melakukan penertiban di lokasi–lokasi penjualan pakaian bekas impor," kata Bruno.

     

    Menurut dia, pihaknya juga segera mengeluarkan larangan penjualan pakaian bekas impor, menindaklanjuti surat edaran Kementerian Perdagangan. "Kami akan lakukan operasi penjualan pakaian bekas," katanya.

     

    Saat ini, ujarnya, banyak produk garmen dari Indonesia yang kualitasnya cukup bagus. Selain itu, harga pakaian produksi dalam negeri juga terjangkau masyarakat.

     

    Karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati membeli atau menggunakan pakaian bekas impor yang masih dijual bebas di NTT.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.