• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 21 Mei 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Dinas PPO Sikka Tolak Tuntutan Pengungsi Rokatenda Dirikan Sekolah Baru
    VICKY DA GOMEZ | Selasa, 17 Februari 2015 | 21:12 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Dinas
    Kepala Dinas PPO Sikka Yohanis Rana

     

    Maumere, Flobamora.net - Untuk mendukung pendidikan di Pulau Besar Kecamatan Alok Timur, pengungsi Rokatenda yang direlokasi ke Pulau Besar menuntut pemerintah mendirikan gedung sekolah baru di lokasi itu.

     

    Namun tuntutan ini ditolak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Sikka selaku instansi teknis yang mengurusi pendidikan dasar dan menengah.

               

    Kepala Dinas PPO Sikka Yohanis Rana yang ditemui di Gedung DPRD Sikka, Selasa (17/2), menjelaskan pihaknya menolak tuntutan itu dengan berbagai alasan.

     

    Dari data pengungsi yang mendiami lokasi di Pulau Besar, katanya, jumlah siswa sekolah dasar tidak mencapai 20 orang, sementara tidak ada pelajar menengah pertama dan menegah atas. Dengan data ini, pemerintah berkeberatan memndirikan sekolah baru khusus untuk pengungsi.

     

    Dia mengatakan, tuntutan ini bisa saja dipenuhi, jika ke depannya ada kajian lain yang bisa memungkinkan mendirikan sekolah baru. Kajian yang dimaksudkan yakni berkaitan dengan jumlah kepala keluarga yang mendiami lokasi pengungsian di Pulau Besar, termasuk jumlah siswa dan pelajar.

     

    “Yah memang mereka tuntut bangun sekolah baru untuk anak-anak pengungsi di Pulau Besar. Tapi kami belum bisa bangun karena data siswa dan pelajar tidak mendukung untuk sebuah sekolah baru. Kita lihat saja perkembangan ke depan, kalau makin banyak keluarga yang tinggal di Pulau Besar, lalu makin banyak siswa dan pelajar, tentu akan kami pertimbangkan,” jelasnya.

     

    Untuk saat ini, tambahnya, siswa-siswa sekolah dasar yang tidak lebih dari 20 orang itu dititipkan pada sebuah sekolah yang terdekat dengan wilayah pemukiman pengungsi.

     

    Guna menyeimbangi tuntutan pengungsi, sekaligus ketersediaan fasilitas belajar, maka Dinas PPO mengambil kebijakan lain di mana pada tahun 2015 ini akan dibangun ruang kelas baru di sekolah tersebut.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.