• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 18 Juli 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Muslim dan Yahudi Bersatu dalam Solidaritas `Lingkaran Perdamaian` di Oslo
    ANA DEA | Minggu, 22 Februari 2015 | 14:24 WIB            #INTERNASIONAL

    Muslim
    Komunitas Muslim dan komunitas Yahudi bersama-sama membentuk `lingkaran perdamaian`. AP Photo

     

    OSLO - Lebih dari 1.000 orang membentuk "lingkaran perdamaian, Sabtu (21/2/2015) malam waktu setempat, di luar sinagoge utama di kota Oslo, Norwegia. Gerakan "lingkaran perdamaian" ini merupakan inisiatif kelompok muda muslim yang bekerja sama dengan komunitas Yahudi.

     

    Dilansir dari laman Telegraph, Minggu (22/2/2015), acara di ibu kota Norwegia ini digelar sebagai bentuk solidaritas atas terjadinya sejumlah serangan terhadap Yahudi di Eropa. Selain itu, aksi ini juga sebagai bentuk solidaritas dan penolakan terhadap teror yang terjadi di Paris, Perancis dan penembakan yang terjadi di Denmark pekan lalu.

     

    Salah satu dari delapan kelompok yang menyelenggarakan aksi ini, Hajrah Arshad, mengatakan bahwa aksi ini untuk memperlihatkan "Islam adalah tentang cinta dan persatuan".

     

    "Kami ingin menunjukkan bahwa Yahudi dan Muslim tidak saling benci," kata Zeeshan Abdullah saat beraksi di depan sinagoge. "Kami tidak ingin seorang individu menjadi gambaran apa itu Islam kepada yang lain. Lebih banyak pencinta perdamaian ketimbang pencinta perang," tambahnya.

     

    Aksi ini juga disertai nyanyian lagu tradisional Yahudi di akhir hari Sabbath oleh Kepala Rabbi Norwegia, Michael Melchior. Lagu itu dinyanyikan di luar sinagoge sebelum peserta aksi mulai bergandengan tangan membentuk "lingkaran perdamaian".

     

    Ervin Kohn, pemimpin komunitas Yahudi di Oslo, mengatakan pertemuan yang dilakukan di cuaca dingin dengen temperatur di bawah nol sebagai aksi yang unik.

     

    Di sejumlah negara Eropa, insiden anti-Semit memang meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Di Denmark misalnya, terjadi insiden serangan terhadap sebuah sinagoge di Kopenhagen.

     

    Insiden ini menyebabkan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu meminta kaum Yahudi di Denmark dan sejumlah negara Eropa beremigrasi ke Israel. Tapi usulan ini ditolak komunitas Yahudi.


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.