• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 18 Juli 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Puluhan Perempuan Australia Gabung ISIS
    ANA DEA | Kamis, 26 Februari 2015 | 09:44 WIB            #INTERNASIONAL

    Puluhan
    Perempuan asing yang bertolak ke Suriah dan Irak untuk bergabung dengan ISIS diperkirakan bertambah signifikan

     

    FLOBAMORA.NET - Sedikitnya 40 perempuan asal Australia telah bergabung dalam aksi terorisme atau kelompok pendukung teroris, kata Menlu Julie Bishop.

     

    Kepada para anggota parlemen Australia, Bishop mengatakan semakin banyak perempuan dari negara itu yang bertolak ke Suriah dan Irak untuk bergabung dengan suami mereka atau menikahi pria anggota kelompok milisi ISIS.

     

    Jumlah perempuan warga negara asing yang bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak diperkirakan mencapai seperlima dari total anggota ISIS asal mancanegara.

     

    “Seakan pembunuhan dan eksekusi belum cukup, ISIS telah mempublikasikan instruksi perlakuan terhadap budak seks, termasuk memperkosa dan memukuli perempuan,” kata Bishop sebagaimana dikutip ABC.

     

    Rangkaian instruksi itu, menurut Bishop, meliputi bagaimana menyerang perempuan yang belum akil balik.

     

    Penuturan Bishop menegaskan arus kedatangan perempuan warga negara asing ke Suriah dan Irak.

     

    Sebelumnya, sumber-sumber di Suriah mengatakan kepada BBC bahwa tiga remaja Inggris, Shamima Begum dan Amira Abase, keduanya 15, dan Kadiza Sultana, 16, menyeberang perbatasan Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

     

    Perekrutan

    Penuturan Bishop juga berkaitan dengan kebijakan antiterorisme yang dikeluarkan Perdana Menteri Tony Abbott.

     

    Pada Senin (23/02), Abbott mengancam akan membekukan atau bahkan mencabut dwikewarganegaraan orang yang terlibat aksi terorisme.

     

    “Warga Australia yang turut angkat senjata dengan kelompok teroris, selagi militer Australia berkiprah di Afghanistan dan Irak, dianggap melawan negara. Mereka harus diperlakukan sesuai dengan tindakan mereka,” kata Abbott.

     

    Sejauh ini, pemerintah Australia telah membekukan 100 paspor milik anggota milisi di Suriah dan Irak.

     

    Direktur lembaga pemantau Suriah di Inggris, Rami Abdel Rahman, mengatakan kelompok-kelompok milisi di Suriah sejatinya tidak gencar merekrut warga asing.

     

    “Namun, orang-orang dari Kanada, Amerika Serikat, Inggris, Spanyol, Belanda, Australia, Austria, dan Prancis berdatangan ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok-kelompok tersebut,” kata Rahman.

     


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.