• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 18 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Lumpur Dingin Semau Muncul Setelah Gempa
    ALBERTO | Selasa, 03 Maret 2015 | 13:43 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Lumpur
    Semburan lumpur dingin di Semua, Kabupaten Kupang (foto : istimewa)

     

    Kupang, Flobamora.net  - Kepala Desa Uiasa, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Kalvin Massa mengatakan,  semburan lumpur dingin yang terjadi di desa itu muncul setelah gempa tektonik berkekuatan 7,1 Skala Richter (SR) yang menguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat malam pekan lalu.

    Lokasi gempa tersebut terjadi di Barat Laut Larantuka, ibu kota Flores Timur akan tetapi getaran gempa dirasakan kuat di Kupang dan sekitarnya yang berjarak sekitar 312 kilometer dari pusat gempa.

    “Setelah gempa, semburan lumpur terhenti, akan tetapi muncul lagi pada Sabtu (28/1) siang dan berlanjut. Sampai Selasa (3/3) sebanyak empat hektare tanaman padi sudah tertutup lumpur,” katanya yang dihubungi dari Kupang, Selasa (3/3).



    Menurutnya, lumpur juga meluber sejauh 500 meter dan menimbulkan keretakan tanah. Kejadian itu menarik perhatian warga dan mulai berdatangan ke lokasi semburan. "Kami khawatir jangan sampai semburan lumpur ini sama persis semburan lumpur yang terjadi di Sidoarjo," ujarnya.



    Dia mengakui, sampai saat ini, petugas dari Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kupang atau pakar pertambangan belum datang ke lokasi semburan. Padahal lumbur telah meluber mendekati permukiman penduduk.

     

    Kata dia, berbeda dengan semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo, lumpur yang muncul di NTT tersebut langsung mengering dan tidak tercium bau belerang.



    Di tempat terpisah, Kabid Migas dan Panas Bumi, Dinas Pertambangan dan Energi NTT Abraham Lettik mengatakan masih menanti laporan dari Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kupang sebelum menurunkan tim ke lokasi semburuan lumpur.



    Hanya saja, menurut dia, dinas tersebut ternyata tidak memiliki peralatan yang bisa dimanfaatkan untuk meneliti kandungan lumpur tersebut, serta penyebab munculnya semburan lumpur.

     

    “Jika terjadi semburuan lumpur seperti itu, pemerintah daerah harus bersurat ke Badan Geologi di Bandung. Nanti ahli geologi yang akan melakukan penelitian terhadap fenomena tersebut,” tambahnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.