• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 16 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    180 Imigran Gelap Tunggu Dikirim ke Negara Ketiga
    ALBERTO | Rabu, 11 Maret 2015 | 11:35 WIB            #INTERNASIONAL

    180
    Kepala Imigrasi Kelas 1 Kupang, Agus Dwianto

     

    Kupang, Flobamora.net – Sebanyak 180 imigran asal gelap asal Afganistan dan beberapa Negara Timur Tengah, saat ini masih ditampung di sebuah hotel di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menunggu dikirim ke negara ketiga yang akan menerima mereka.

     

    “Mereka ditampung karena rumah detensi imigrasi (rudenin) Kupang penuh. Hotel yang dipakai untuk menampung imigran gelap itu disebut ruangan detensi," kata Kepala Imigrasi Kupang, Agus Dwianto, Rabu (11/3).

     

    Menurut Agus, para deteni yang diamankan di ruangan detensi itu, karena tidak memiliki dokumen, seperti paspor. Selain itu, rumah detensi imigrasi Kupang masih penuh, karena menampung hampir 200 imigran.



    Agus mengatakan, pihaknya memberikan kelonggaran bagi para imigran itu untuk beraktivitas di luar ruangan detensi, karena mereka bukan pelaku kriminal yang harus dipenjarakan.

     

    "Kami biarkan mereka beraktivitas, namun diminta agar tidak buat kejahatan," katanya.


    Di ruangan detensi itu, menurut dia, pihaknya menempatkan sebanyak delapan pengawas untuk memantau aktivitas para imigran. Tujuannya mencegah mereka kabur atau melakukan tindak pidana. "Pernah sebelumnya imigran hampir dihajar massa karena mengutil di salah satu pusat perbelanjaan," katanya.

      

    Dia tidak menampik jika ratusan imigran gelap itu bebas beraktivitas, seperti berolahraga atau belanja kebutuhan di mal. Tidak heran jika mereka dijumpai di jalan- jalan utama, pusat perbelanjaan dan pantai.



    Menurut Agus, dana penginapan dan konsumsi imigran itu ditanggung International Organization for Migration (IOM). Sedangkan status mereka masih dalam pengawan badan PBB untuk pengungsi (UNHCR).***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.