• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 21 Mei 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kapal Bantuan BNPB Tenggelam di Pelabuhan Wuring
    VICKY DA GOMEZ | Jumat, 13 Maret 2015 | 18:38 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kapal
    sejumlah nelayan sedang mengapungkan kapal bantuan BNPB yang tenggelam

     

    Maumere, Flobamora.net - Sebuah kapal bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada masyarakat nelayan pesisir di Kabupaten Sikka, Jumat (13/3) sekitar pukul 05.30 waktu setempat, tenggelam di kolam labuh Pelabuhan Wuring. Setelah kurang lebih 6 jam kapal tersebut baru bisa diapungkan oleh sejumlah nelayan.

               

    Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, Bari Fernandez yang ditemui di lokasi tenggelamnya kapal bantuan tersebut, menjelaskan, hujan deras selama beberapa hari ini mengakibatkan badan kapal tersebut kemasukan air hujan. Akibat beban air hujan yang tinggi, kapal tersebut akhirnya tenggelam.

               

    Dia mengatakan, kapal ini pernah dihempas gelombang pasang pada Agustus 2014 lalu ketika ditambatkan di Pelabuhan Laurensius Say. Setelah peristiwa itu kapal tersebut langsung dipindahkan di Pelabuhan Wuring. Sampai dengan tenggelam pagi tadi, kapal ini hanya ditambatkan saja.

     

    Menurut Fernandez, pada November 2014 kapal ini sudah diserahkan kepada sebuah kelompok nelayan dari Desa Nitunglea yang diketuai oleh Erikson Gati. Namun kapal ini belum difungsikan para nelayan karena saat penyerahan kapal diketahui kapal ini tidak memiliki engkol untuk menghidupkan mesin kapal. Sebelumnya kapal ini memiliki engkol namun telah dipindahkan pada kapal bantuan yang lain.

     

    Selama ditambatkan di Pelabuhan Wuring, kapal ini tidak dijaga oleh penerima bantuan, termasuk juga tidak diawasi oleh BPBD Sikka. Instansi ini pun tidak segera mendatangkan engkol agar kapal tersebut bisa difungsikan. Fernandez beralasan, engkol kapal tidak ada di Maumere dan hanya bisa didatangkan dari Kupang.

     

    Pantauan Flobamora.net, warga masyarakat dari Wuring Kelurahan Wolomarang dan sekitarnya beramai-ramai menyaksikan proses pengapungan kapal oleh sejumlah nelayan. Selain Sekretaris BPBD dan staf, tampak hadir juga Danlanal Maumere, Charmadi dan beberapa anggota Lanal Maumere.

     

    Charmadi yang dikonfirmasi di sela-sela kegiatan pengapungan menjelaskan, setelah mendapat informasi tentang adanya kapal yang tenggelam pihaknya langsung berkoordinasi dengan BPBD Sikka.

     

    Dia pun terus menuju lokasi tenggelamnya kapal untuk memberikan bantuan terutama pada proses pengapungan.

     

    Data yang dihimpun dari BPBD Sikka, pada tahun 2013 BNPB memberikan bantuan 42 kapal nelayan kepada masyarakat nelayan pesisir di Kabupaten Sikka, Ende, Flores Timur, dan Manggarai Barat.

     

    Bantuan ini dalam bentuk hibah kegiatan pemberdayaan ekonomi pascabencana. Kabupaten Sikka sendiri mendapatkan 22 kapal nelayan, di mana semuanya sudah diserahterimakan kepada penerima bantuan, kecuali yang tenggelam ini yang belum sempat dioperasikan.

     

    Kapal ini panjangnya 12 meter, menggunakan mesin Yanmar 23 HP dengan tonase 3 GT. Kapal ini memiliki satu geladak dengan bahan utama terbuat dari fiber glass.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.