• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 18 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Densus 88 Juga Tangkap Juragan Bakso di Malang
    ANA DEA | Kamis, 26 Maret 2015 | 09:44 WIB            #NASIONAL

    Densus
    Rumah kontrakan Junaidi, di Kota Malang, Jawa Timur.Kamis (26/3/2015). KOMPAS.com/Yatimul Ainun

     
    MALANG - Selain menangkap dua orang yang diduga terkait dengan jaringan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), tim Densus 88 Antiteror Polri juga menangkap Ahmad Junaedi (34), warga Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu malam (26/3/2015).

    Ahmad Junaedi tinggal di sebuah rumah kontrakan, di Jalan Parseh Jaya 2, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Junaidi disergap di Jalan Wortel, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, usai pulang dari rumah kerabatnya.

    Junaidi dikenal sebagai juragan bakso. Ia tak berkutik saat ditangkap dan langsung dimasukkan mobil oleh tim Densus 88.

    Menurut pengakuan Mukti, salah satu warga yang mengetahui proses penangkapan Junaidi, ada dua orang berpakaian preman yang menangkap Junaidi. "Yang menghadang dia (Junaidi) ada dua orang berpakaian preman, tapi banyak juga polisi di sekitar lokasi, saat itu," kata dia, Kamis (26/3/2015) pagi. "Prosesnya singkat. Tidak sampai ramai warga yang tahu," ujar dia.

    Sementara itu, berdasarkan keterangan Mashudi, Ketua RT 1/RW 4, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Junaidi memang sudah lama dicari polisi. Sebab, sudah sekitar lima bulan lalu, dia didatangi orang yang mengaku dari Polda Jatim dan menyodorkan sejumlah foto.

    "Salah satu foto itu adalah Junaidi. Polisi dari Polda Jatim saat itu sudah menyampaikan bahwa Junaidi diduga menjadi anggota ISIS," kata dia.

    Sementara, kakak sepupu Junaidi, Muhammad Nur, mengaku tidak mengetahui proses penangkapan Junaidi. Ia tahu dari keponakannya. "Saya juga tidak mengetahui kalau Junaidi itu bergabung dengan ISIS," kata Nur.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.