• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 15 November 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Andre Bantah Sebut Ada Proyek "Siluman"di Dinas PU NTT
    ALBERTO | Kamis, 26 Maret 2015 | 19:22 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Andre
    Kepala Dinas PU NTT, Andre Wellem Koreh

     

    Kupang, Flobamora.net - Kepala Dinas Pekerjaan Umun NTT, Andre Wellem Koreh membenarkan adanya 14 paket proyek di instansi tersebut yang sempat mencuat saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD setempat.

     

    Namun, dia membantah kalau proyek – proyek itu disebut paket “siluman”. “Saya tidak bilang itu paket siluman. Itu paket-paket tambahan yang muncul setelah pagu ditetapkan, sehingga tidak ada perencanaan. Itu yang saya maksudkan,” terang Andre di Kupang, Kamis (26/3) usai menyaksikan penandatanganan pelaksanaan proyek TA 2015.

     

    Menurut Andre, masuknya 14 paket itu tidak ada masalah dari sisi aturan karena ada tambahan dana. Hanya saja, waktu pekerjaan jadi lebih panjang karena harus dibuat perencanaan lagi sebab diusulkan belakangan.

     

    Sebagaimana diketahui, ke-14 paket tambahan ini mencuat dalam pertemuan di Ruang Komisi IV DPRD NTT, Senin (23/3) lalu ketika Andre menjawab berbagai usulan anggota Komisi terkait kebutuhan infrastruktur di sejumlah wilayah, keperti jalan, jembatan dan air minum.

     

    Mendengar banyaknya usulan baru yang disampaikan para anggota DPRD baru 2015 dari berbagai wilayah ini, Andre menegaskan, Dinas PU NTT mengerjakan proyek atau pekerjaan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan dan telah dianggarkan.

     

    “Kami hanya mengerjakan apa yang sudah direncanakan dan masuk dalam Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas PU NTT. Usulan–usulan yang disampaikan masih bersifat keinginan dan bukan kebutuhan. Untuk itu, harus kita suvei terlebih dahulu, diidentifikasi baru direncanakan sesuai kemampuan anggaran,” ujarnya

     

    Situasi menjadi panas, ketika bola panas dilempar Andre Koreh di tengah forum dialog tersebut bahwa ada 14 paket proyek yang masuk DPA di luar perencanaan dinas. Dan saat ini, menurut Andre pihaknya kesulitan menjalankan ke 14 paket proyek tersebut, karena tidak direncanakan sebelumnya, sehingga ada kesulitan teknis.

     

    Anggota DPRD, Boni Jebarus langsung menyergap pernyataan Andre seraya meminta untuk diungkapkan secara detail 14 paket tersebut. “Pak Kadis ungkapkan saja 14 paket itu, supaya bisa terbuka, ini bisa jadi masalah,” tegasnya.

     

    Namun permintaan Boni tidak diamini karena terjadi perbedaan pendapat antara Ketua Komisi IV Alex Ena dan anggota lainnya yang meminta tidak usah dijelaskan lagi soal 14 paket tersebut. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.