• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 16 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Tiwu Kipi Pasok Kebutuhan Air Bersih Sebagian Masyarakat Kota Ende
    LEX | Selasa, 28 Januari 2014 | 14:19 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Tiwu
    Dirut PDAM Tirta Kelimutu Ende, Soedarsono

     
    Ende, Flobamora.net - Masyarakat pesisir dari Nangaba hingga Rate akan mendapat pasokan air minum bersih dari sumber air Tiwu Kipi di Kecamatan Ende.Pembangunan jaringannya sudah dilakukan sejak tahun 2009 yang lalu oleh pemerintah pusat yang saat ini sudah dinikmati sebagian masyarakat Koita Ende yakni di Kecamatan Ende dan Ende Utara.

    Dirut PDAM Tirta Kelimutu Ende, Soedarsono kepada wartawan di Ende, Selasa (28/1) saat ini pun pihaknya sedang menanti persiapan serah terima pengelolaan Water Treatmen Plan dari Pemkab setempat.
     
    Darsono mengatakan, sumber air Tiwu Kipi mampu mensuplay air dengan debit 20 liter per detik. Dengan debit sebesar ini, mampu memenuhi kebutuhan air minum bersih untuk warga masyarakat pesisir sepanjang Nangaba hingga Rate secara berkesinambungan.

    "Untuk sementara, sudah terlayani 470 sambungan keluarga yang lokasinya tersebar di Ibu Kota Kecamatan Ende dan desa sekitar. Sementara dalam tahun 2013 yang lalu, jaringan sudah diperluas hingga ke Rate," jelasnya.

    Kampung Rate sendiri,sambungnya, selama ini dilayani dari sumber mata air Ae Kipa dengan sistem distribusi menggunakan gravitasi. Penggunaan sistem distribusi yang sama juga akan berlaku dari sumber air Tiwu Kipi.

    Kata dia, setelah serah terima WTP dari Pemkab Ende ke Dirut PDAM, pelayanan sambungan rumah dan pendistribusian air sudah bisa dilaksanakan untuk kampung Rate.

    Penjaga air, Markus Nua di tempat yang sama menjelaskan bahwa kondisi riil pendistribusian air yang ada saat ini untuk emapt desa, yaitu Desa Nemboramba,Rukuramba, Borokanda dan Desa Puumbara.

    "Pendistribusinnya rata-rata setiap hari. Sedangkan pendapatan yang diperoleh dari pnggunaan air tersebut pada awal pengoperasian mampu mencapai Rp 7 juta per bulan. Namun realisasipenerimaan ini belakangan mengalami penurunan hingga 350 % atau sekitar 2 juta per-bulan," ujarnya.

    Tentang kendala yang dihadapi sehingga penerimaan mengalami penurunan drastis, Markus menjelaskan bahwa adanya sikap masa bodoh dari pelanggan yang terprovokasi oleh sementara pihak dengan mengatakan, sarana dan prasarana air tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat sehingga penggunaannyapun secara gratis.

    Perbedeaan persepsi ini, menurutnya, berdampak pada minimnya aktifitas pemeliharaan atas berbagai fasilitas yang sudah ada apabila mengalami gangguan atau kerusakan fisik.

    Dia menambahkan, dengan adanya sosialisasi berulang-ulang tentang hak-hak dan kewajiban pelanggan, pada saatnya pelanggan akan memahami itu sehingga harapan agar suplay air ke konsumen berjalan secara berkesinambungan,  bukan hanya sekadar angan-angan belaka.***(elsa)


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.